Menu

Mode Gelap

Politik · 27 Nov 2024 23:02 WIT

Menjadi Pemilih dalam Pilgub Papua Tengah, Masyarakat Menjadi Bagian dari Sejarah


Ketua KPU Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni saat menunjukan jari kelingking yang sudah tertanda tinta. (Foto: Kristin Rejang) Perbesar

Ketua KPU Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni saat menunjukan jari kelingking yang sudah tertanda tinta. (Foto: Kristin Rejang)

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Sejak dimekarkan pada tahun 2022 Provinsi Papua Tengah baru perdana melaksanakan momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2024 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur untuk memimpin Papua Tengah lima tahun mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jennifer Darling Tabuni mengatakan momen Pilkada untuk Gubernur dan Wakil Gubernur adalah pertama kali, sehingga ia mengatakan momen ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Papua Tengah.

“Mari kita jadi bagian dari sejarah bahwa kita meletakan fondasi untuk Gubernur dan Wakil Gubernur pertama di Provinsi Papua Tengah,” ujarnya ketika diwawancarai awak media di Nabire, Rabu (27/11/2024).

Untuk itu, kata dia dengan datang ke TPS dan menyalurkan pilihan maka sudah menjadi bagian dari sejarah.

- Advertising -
- Advertising -

Diberitakan sebelumnya, H-1 sebelum pelaksanaan pencoblosan, KPU Papua Tengah telah menggelar doa bersama.

Jenifer Darling Tabuni mengatakan kegiatan doa bersama harus dilaksanakan sebab pihaknya sebagai penyelenggara membutuhkan dukungan bukan hanya sekedar fisik tapi juga rohani.

“Jiwa kami juga harus dikuatkan. Apalagi menghadapi tekanan, kesibukan yang luar biasa kami butuh energi yang positif untuk menguatkan sehingga didukung oleh FKUB melalui doa,” kata Jenifer kepada awak media usai pelaksanaan doa bersama Pilkada Papua Tengah, Selasa (26/11/2024) kemarin.

Ia berharap dengan kegiatan doa bersama yang dilaksanakan bisa menyentuh hingga ke penyelenggara tingkat bawah.

“Sehingga kami bekerja pertama takut akan Tuhan, kedua kami bekerja sesuai dengan aturan yang ada dan ketiga kami kerja tegak lurus jadi kembali kepada psikis dan rohani kami supaya kami kerja sesuai dengan aturan yang ada,” katanya.

Selain itu ia juga berharap dalam doa ini proses selanjutnya yakni rekapitulasi terutama yang berlangsung di enam kabupaten yang menggunakan sistem noken agar tidak menggunakan senjata tajam seperti anak panah dan lainnya.

“Semua harus saling menjaga agar tetap sehat dan selamat,” katanya.

 

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

John Gobai Pertanyakan Status MoU Baru Freeport-Pemkab Mimika Terhadap Kesepakatan Adat Tahun 2000

12 Juli 2026 - 20:31 WIT

RDP DPR RI: Bahas Dampak Tailing Mimika, John Gobai Minta Pengelolaan Libatkan Pengusaha Asli

12 Juli 2026 - 19:50 WIT

DPD RI Dukung Pengembangan Bandar Antariksa Biak

7 Juli 2026 - 20:22 WIT

Bakar Batu dan Berbagi Daging di Irigasi, Yulian Magai Catat Aspirasi Warga soal Pengangguran dan Krisis Sosial Timika

28 Juni 2026 - 18:12 WIT

Reses di Timika: Araminus Omaleng Siap Perjuangkan Regulasi Miras, Transportasi, hingga Hak Pencaker

27 Juni 2026 - 18:59 WIT

Tinjau Lapas Timika, DPR Papua Tengah Yulian Magai Serap Aspirasi Warga Binaan

25 Juni 2026 - 14:49 WIT

Trending di Politik