SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Wilayah Paniai, Papua Tengah, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,9 pada Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 16.13 WIT. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 4,07° LS dan 136,25° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 kilometer arah Barat Daya Deiyai dengan kedalaman 10 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” ujar pihak BMKG Nabire dalam rilis resminya.
Guncangan gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di Paniai dengan skala intensitas II-III MMI, di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk yang berlalu. BMKG juga mencatat bahwa hingga pukul 16.30 WIT, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” kata BMKG.
Selain itu, warga diminta untuk memeriksa dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa serta tidak mengalami kerusakan yang membahayakan kestabilan struktur sebelum memutuskan kembali ke dalam rumah.








