Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 26 Sep 2024 00:50 WIT

Percepatan Penurunan Stunting, Puskesmas Karang Senang Bentuk KSO


Foto bersama dalam rapat pembentukan KSO stunting di Puskesmas Karang Senang. (Foto:  sasagupapua.com) Perbesar

Foto bersama dalam rapat pembentukan KSO stunting di Puskesmas Karang Senang. (Foto: sasagupapua.com)

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Percepatan Penurunan Stunting, Puskesmas Karang Senang Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah melaksanakan rapat pembentukan tim

Kerja Sama Operasi (KSO) Stunting di Kampung Jimbi, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Rapat tersebut berlangsung di Puskesmas Karang Senang, SP3, Rabu (25/9/2024) yang turut dihadiri oleh kader, pihak Kampung Jimbi dan pihak terkait lainnya.

Kepala Puskesmas Karang Senang, Mariana Sombodatu, S.KM, M.Kes menjelaskan tujuan pembentukan KSO adalah untuk melakukan pendampingan akselerasi perbaikan status gizi pada bayi balita guna menurunkan angka stunting di Kabupaten Mimika.

“Tujuan yang pertama meningkatkan peran serta Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) kelurahan dalam percepatan penurunan stunting,” jelasnya.

Berikutnya adalah meningkatkan peran serta kader dalam percepatan penurunan stunting, wasting dan underweight.

Juga Pendampingan bayi balita bermasalah gizi termasuk ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang akan dibantu dalam pendampingan oleh kader.

“Meningkatkan peran kader melalui edukasi dalam peningkatan gizi balita dan ibu hamil yang bermasalah gizi, Peningkatan pengawasan bagi balita dan ibu hamil yang bermasalah gizi. Dalam stunting ini kita memulai dari catin atau calon pengantin untuk kita memeriksakan kesehatannya,” jelasnya.

Selain memulai dari catin, juga pada saat seorang ibu dalam kondisi hamil.

“Dalam kondisi hamil ini harus mereka memeriksakan secara rutin, baik itu ibu hamil dan juga bayi balita,” katanya.

Tujuan KSO juga melakukan timbangan setiap bulan untk melihat status gizi.

Mariana menjelaskan sasaran pemantauan bayi, balita yang dilakukan di Kampung Jimbi melalui KSO tersebut adalah berjumlah 193 dan pendampingan balita bermasalah sebanyak 30 anak yang ada di dalam gizi kurang dan juga berat badan yang tidak pernah naik.

Pendampingan juga dilakukan pada ibu hamil sebanyak 15 orang dan ibu hamil KEK sebanyak 3 orang.

Mariana menjelaskan hasil yang diharapkan dalam pembentukan KSO ini adalah bekerjasama dengan lintas sektor baik tokoh agama, dan kader untuk meningkatkan peran serta posyandu dalam kampung untuk penurunan stunting.

Juga meningkatkan peran serta kader dalam percepatan penurunan stunting dan juga penanganan bayi balita masalah gizi termasuk juga pada bumil KEK untuk mendapatkan pendampingan selama masa kehamilan dan juga bayi balita sampai mencapai pada berat badan normal.

“Melalui KSO ini juga, diharapkan mampu meningkatkan peran kader melalui edukasi dalam peningkatan status gizi balita dan ibu hamil masalah gizi dan meningkatkan pengawasan bagi bayi balita dan juga pada ibu hamil yang bermasalah gizi,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

FGD KPA Papua Tengah Bentuk Respon Serius Soal Kasus HIV/AIDS

27 Agustus 2025 - 00:05 WIT

HIV/AIDS di Papua Tengah Tembus 23.188 Kasus, Kemendikdasmen Sampaikan Tiga Poin 

26 Agustus 2025 - 23:45 WIT

Bupati Nabire Soroti Tenaga Kontrak yang Tangani Air di RSUD: Saya Rekomendasikan Ganti Saja

12 Agustus 2025 - 03:38 WIT

KPA Papua Tengah Melawan Angka HIV/Aids, Target Terbitkan Modul untuk Pelajar

12 Agustus 2025 - 03:08 WIT

PICU RSUD Nabire Diresmikan, Bantu Tangani Bayi dan Anak-anak yang Kritis

11 Agustus 2025 - 21:01 WIT

Ada Upaya Gerakan Natal Tanpa Malaria di Papua Tengah 

1 Agustus 2025 - 16:19 WIT

Trending di Kesehatan