Menu ✖

Mode Gelap

Hiburan · 15 Okt 2026 07:52 WIT

Perdana Tampil di PRF XI, Sunrise Band Asal Intan Jaya Siap Hibur Penonton Lewat Tiga Lagu Bahasa Moni


Grup band asal Intan Jaya, Sunrise Band saat melakukan check sound. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua) Perbesar

Grup band asal Intan Jaya, Sunrise Band saat melakukan check sound. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Nabire — Grup musik reggae asal Kabupaten Intan Jaya, Sunrise Band, siap memberikan penampilan terbaiknya dalam ajang Papua Reggae Festival (PRF) XI yang digelar pada 16–17 Oktober 2026 di Lapangan Bandara Lama, Nabire, Papua Tengah.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Manajer Sunrise Band, Johan Kudiai, usai mendampingi personilnya melakukan check sound pada Rabu (14/10/2026).

Sebagai band yang baru pertama kali bergabung dalam gelaran tahunan ini, Johan mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dari grup yang dinaunginya. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Sunrise Band akan mengoptimalkan aksi panggung mereka demi menyuguhkan performa yang maksimal kepada para penikmat musik.

“Karena kami baru pertama bergabung, yang akan kami tampilkan adalah yang terbaik. Soal kekurangan, kami tidak memungkiri itu sebab ini grup band yang baru terbentuk. Namun, kami siap menunjukkan yang terbaik,” ujar Johan Kudiai.

- Advertising -
- Advertising -

Pada penampilan perdananya, Sunrise Band berencana membawakan tiga buah lagu yang seluruh liriknya ditulis dalam bahasa Moni. Johan menjelaskan bahwa ketiga lagu tersebut membawa pesan yang mendalam mengenai cinta, persatuan, serta keindahan alam daerah asal mereka.

“Lagu pertama menceritakan tentang cinta. Lagu kedua mengisahkan tentang Intan Jaya, yaitu meskipun ada beberapa suku dan wilayah yang terlihat berbeda, pada dasarnya kita adalah satu. Sedangkan lagu ketiga menceritakan kondisi geografis Intan Jaya yang indah dan dikelilingi oleh pegunungan,” jelas Johan.

Melihat antusiasme dan kemeriahan PRF XI yang mengusung tema kebudayaan dan seni, Johan memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival tahun ini. Menurutnya, banyaknya grup musik yang terlibat membuat festival ini terasa sangat spesial hingga pertunjukan harus dimulai sejak siang hari.

“PRF kali ini memang luar biasa karena jumlah grup band yang tampil sangat banyak. Biasanya konser dilaksanakan sore sampai malam, tetapi karena saking banyaknya peserta, acara sudah dimulai sejak siang hari. PRF sudah memasuki gelaran ke-11 dan kami baru pertama kali terlibat, ini menjadi momentum yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Johan mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk hadir memadati Panggung PRF di Lapangan Bandara Lama Nabire. Ia secara khusus mengimbau masyarakat dari wilayah pegunungan untuk datang memberikan dukungan langsung.

“Kami berharap masyarakat, terutama teman-teman dari daerah pegunungan seperti Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya khususnya warga Puncak dan Intan Jaya wajib hadir karena lagu yang ditampilkan berbahasa Moni. Semoga event ini dapat mempererat semangat persaudaraan serta melahirkan kreasi baru bagi provinsi yang baru terbentuk ini,” pungkas Johan.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Amoye Band Ajak Masyarakat Nonton PRF ke-11 Nabire: Ini Hajatan Musik Orang Papua

15 Oktober 2026 - 08:15 WIT

PRF Nabire: Grup Musik Asal Manokwari, Sagoo Roots Bakal Bawa Lagu Bahasa Boven Digoel

14 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Apokona dan Pokol Nagal Band Siap Pukau PRF Nabire: Suarakan Identitas Amungme dan Kamoro

14 Oktober 2026 - 19:37 WIT

Musisi dari Berbagai Daerah Mulai Tiba di Nabire untuk Semarakkan Papua Reggae Festival XI

14 Oktober 2026 - 18:21 WIT

PRF XI Nabire Siap Gaungkan Pesan Budaya, Isu HIV/AIDS, hingga Hutan Adat Bersama 36 Musisi

13 Oktober 2026 - 16:52 WIT

Sajian Spektakuler Papua Reggae Festival XI Bakal Tampilkan 36 Band, Fashion Show, Hingga Sastra Arnold Ap

13 Oktober 2026 - 13:12 WIT

Trending di Hiburan