Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 6 Feb 2026 13:26 WIT

Program MBG di Intan Jaya Akan Dikelola Masyarakat Lokal


Bupati Intan Jaya, Aner Maisini. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com) Perbesar

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, memastikan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Intan Jaya akan dikelola sepenuhnya oleh masyarakat dan investor lokal.

Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memperkuat kearifan lokal sekaligus memastikan dampak ekonomi program tersebut dirasakan langsung oleh penduduk setempat.

Dalam wawancara pada Kamis (5/2/2026), Aner Maisini mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan belasan titik pengelolaan yang siap beroperasi.

“Kenapa kita memilih masyarakat lokal? Karena mereka bisa kelola sendiri, mereka bisa gunakan makanan kearifan lokal sendiri, dan perputaran ekonomi itu bisa terjadi di Intan Jaya. Sehingga ada sekitar 13 titik akan dikelola oleh investor orang lokal,” ujar Bupati Aner.

- Advertising -
- Advertising -

Terkait kesiapan teknis, Bupati menjelaskan bahwa infrastruktur penunjang dan kesiapan para pengelola lokal sudah berada pada posisi siap jalan. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya hanya menunggu regulasi administratif dari Pemerintah Pusat.

“MBG kita sedang menunggu SK. Kesiapannya sudah, dari investornya mereka sudah siap perlengkapan, lokasinya sudah, tinggal tunggu SK dari pusat, Badan Gizi Nasional, setelah itu baru akan dijalankan,” jelasnya.

Selain fokus pada pemenuhan gizi, Bupati Aner juga memaparkan perkembangan positif di sektor pendidikan dan infrastruktur. Ia menekankan meskipun terdapat tantangan keamanan di wilayah tersebut, pelayanan publik selama setahun terakhir telah berjalan normal. Untuk tahun ini, pembangunan akan difokuskan pada pemukiman warga di wilayah Barat dan Timur.

“Tahun ini kami akan bergeser ke wilayah Barat dengan wilayah Timur, yaitu beberapa titik yang kita akan fokus mulai pembangunan Rumah Layak Huni. Terus pendidikan kita akan lebih aktifkan lagi, guru-guru juga kami sudah mulai evaluasi, dan kepala sekolah juga kita sudah tetapkan,” kata Aner.

Ketegasan juga ditunjukkan Bupati dalam membenahi kedisiplinan tenaga pendidik. Ia tidak segan mengambil langkah drastis bagi guru yang melalaikan tugasnya di sekolah. “Bagi guru-guru yang tidak pernah naik mengajar, kita berhentikan gaji mereka dengan tunjangan. Langkah-langkah itu yang kami sudah mulai ambil,” tegasnya.

Program-program ini, menurut Aner, merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kabupaten dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta visi Asta Cita Presiden RI. Ia meyakini bahwa fokus pada pendidikan adalah kunci utama perubahan di Papua.

“Bapak Gubernur dengan Wakil Gubernur ini sudah mulai meletakkan pendidikan menjadi program prioritas untuk merubah manusia dulu. Jadi saya rasa itu adalah langkah yang tepat, kami seluruh kabupaten mendukung program Bapak Gubernur dengan Wakil Gubernur,” pungkas Bupati Aner Maisini.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama