Menu ✖

Mode Gelap

Kesehatan · 8 Okt 2026 19:16 WIT

Target Eliminasi 2030, Dinkes Mimika Ubah Strategi: Fokus Edukasi dan Pencegahan Sebelum Sakit


Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau. (Foto: Ist) Perbesar

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau. (Foto: Ist)

SASAGUPAPUA.COM, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan resmi mengubah strategi penanganan malaria dengan menggeser fokus utama dari pengobatan menuju pencegahan dini dan edukasi masif. Langkah ini diambil guna mengejar target eliminasi malaria pada tahun 2030.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, mengatakan penanganan malaria di Mimika tidak bisa lagi menunggu sampai masyarakat jatuh sakit. Langkah pembenahan harus dimulai dari internal dinas hingga edukasi publik secara masif dan berkelanjutan.

“Mimika tinggi, penyumbang terbanyak. Jadi salah satu target malaria,” ujar Marselino pada Kamis (8/10/2026).

Edukasi Berkelanjutan dan Intervensi Sebelum Sakit

Menurut Marselino, tingginya beban kasus malaria di Mimika membutuhkan pendekatan yang jauh lebih kuat pada fase sebelum kesakitan. Masyarakat harus terus mendapatkan informasi yang benar serta mudah dipahami mengenai cara mencegah gigitan nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, mengenali gejala awal, segera memeriksakan diri saat timbul keluhan, hingga menjalani pengobatan sampai tuntas.

- Advertising -
- Advertising -

Penyampaian informasi yang konsisten sangat krusial agar tindakan pencegahan tidak hanya menjadi respons sesaat ketika kasus melonjak, melainkan terbentuk menjadi kebiasaan hidup bersama.

Dinas Kesehatan Mimika mendorong intervensi melalui penguatan komunikasi risiko dan edukasi publik. Pesan-pesan pencegahan malaria akan dipastikan hadir berulang kali melalui fasilitas kesehatan, kader, sekolah, komunitas, tempat kerja, media, hingga ruang-ruang publik. Lewat strategi ini, masyarakat diharapkan paham tindakan konkret harian untuk melindungi diri dan keluarga.

Marselino menambahkan bahwa malaria merupakan salah satu isu kesehatan utama yang menjadi perhatian dalam waktu dekat, di samping masalah kabut asap, stunting, dan tuberkulosis. Namun, malaria membutuhkan kerja yang lebih terarah mengingat besarnya beban penyakit tersebut di Mimika.

Pembenahan Internal Dinas Kesehatan

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Marselino memprioritaskan pembenahan manajemen internal di tubuh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika. Sistem manajemen perlu dikembalikan pada jalur yang benar agar seluruh bidang dapat bekerja secara terkoordinasi dan program kesehatan berjalan efektif.

“Saya harus perbaiki dulu. Saya kembalikan roh Dinas Kesehatan dulu. Setelah itu baru saya bergerak keluar,” tegas Marselino.

Kolaborasi Menuju Mimika Bebas Malaria 2030

Marselino mengatakan target eliminasi malaria pada tahun 2030 bukanlah tugas satu orang atau satu instansi semata. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat Mimika, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dunia usaha, sektor pendidikan, media, serta berbagai mitra terkait.

Sinergi ini dibutuhkan untuk memastikan pesan pencegahan dapat berubah menjadi aksi nyata di lingkungan rumah tangga, tempat kerja, hingga fasilitas pelayanan kesehatan.

“Mari satukan langkah dan buktikan bahwa Mimika bisa bebas malaria. Keberhasilan itu bukan karena saya, tetapi karena kita bekerja bersama dan dibantu oleh masyarakat Mimika,” tutup Marselino.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kabut Asap Tebal Selimuti Nabire, KNPI Papua Tengah Bagikan 3.000 Masker, dan Minta Pemkab Tangani Serius

14 September 2026 - 18:52 WIT

Resmi Gandeng BPJS Kesehatan, RSUD Dogiyai Perluas Akses Layanan JKN

5 September 2026 - 16:48 WIT

Puncak Jaya Diserang Infeksi Kulit, Dinkes Papua Tengah Kirim Tim Medis dan Obat

2 September 2026 - 21:12 WIT

Agustinus Bagau Minta Kader TPK Jeli Deteksi Dini Stunting dari Tingkat Kampung

2 September 2026 - 17:59 WIT

Pemprov Papua Tengah Gembleng TPK 4 Kabupaten demi Percepat Penurunan Stunting

2 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Akses Kesehatan, 8 Puskesmas di Papua Tengah Jalani Evaluasi ILP

28 Agustus 2026 - 22:23 WIT

Trending di Kesehatan