Menu ✖

Mode Gelap

Pemerintahan · 8 Okt 2026 11:59 WIT

Warga Kamoro Tidur di Emperan Ruko Saat Festival Budaya, Anggota DPRK Mimika Minta Panitia Dievaluasi


Masyarakat Kamoro saat tidur di emperan toko di Kota Timika. (Foto: Ist) Perbesar

Masyarakat Kamoro saat tidur di emperan toko di Kota Timika. (Foto: Ist)

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRK) Mimika, Fredewina Matirani,  menyoroti tajam pelaksanaan Festival Seni dan Budaya yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika.

Perwakilan perempuan Kamoro di legislatif ini mengaku sangat prihatin setelah menemukan sejumlah warga suku Kamoro yang datang jauh dari wilayah pesisir justru telantar dan harus tidur di emperan toko kawasan Pasar Lama Timika.

Fredewina menyampaikan warga dari pesisir Pomako tersebut sudah menginap di depan ruko sejak 5 Oktober 2026 demi berpartisipasi dalam perayaan ulang tahun daerahnya sendiri.

Menurutnya, pemandangan ini sangat menyedihkan dan tidak sejalan dengan semangat perayaan HUT Mimika.

- Advertising -
- Advertising -

“Secara pribadi saya minta maaf kepada penyelenggara kegiatan Festival Seni Budaya di lapangan Pasar Lama. Tetapi saya mau mengatakan, sebagai anak negeri perempuan Kamoro, saya malu melihat kondisi ini,” kata Fredewina.

Ia menegaskan masyarakat Kamoro yang berada di lokasi tersebut merupakan orang tua dan saudara mereka sendiri yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil menangkap ikan, udang, serta siput.

Namun, ketika mereka rela meluangkan waktu dan tenaga untuk datang meramaikan kegiatan budaya di kota Timika, mereka justru tidak mendapatkan akomodasi mau pun fasilitas dasar yang layak dari pihak penyelenggara.

“Orang tua kami, saudara-saudara kami, suku Kamoro, tidur di depan toko. Apakah penyelenggara tidak bisa menyiapkan penginapan untuk mereka? Ini sangat disayangkan. Di saat ulang tahun 30 tahun Kabupaten Mimika, pemilik negeri justru tidur di depan ruko dan tidak dikasih makan. Minum pun tidak ada. Apakah panitia tutup mata?” tegasnya.

Melihat kondisi warganya yang kelaparan dan belum makan malam, Fredewina berinisiatif turun langsung mendatangi lokasi tersebut untuk memberikan bantuan secara pribadi. Ia membagikan sejumlah uang tunai agar warga bisa membeli makanan, serta membelikan air minum, rokok, hingga pinang untuk meredakan kesulitan mereka di lapangan.

“Saya tadi pergi memberikan mereka uang untuk membeli makanan karena mereka belum makan malam. Saya juga membeli air, rokok dan pinang untuk mereka,” ungkap Fredewina.

Mewakili suara masyarakat adat, Fredewina mendesak agar kejadian ini menjadi bahan evaluasi dan perhatian serius bagi Pemerintah Daerah Mimika maupun panitia penyelenggara. Ia mengingatkan pelaksanaan festival budaya tidak boleh sekadar memanfaatkan kebudayaan masyarakat asli sebagai pemanis acara, melainkan wajib memberikan penghormatan, perlindungan, dan perhatian yang layak kepada para pesertanya.

“Mereka datang ke Timika bukan untuk meminta-minta. Mereka datang karena ingin ikut turut meramaikan acara Festival Seni dan Budaya. Mereka adalah masyarakat kita sendiri. Jangan sampai masyarakat pemilik negeri hanya dijadikan bagian dari acara, tetapi ketika kegiatan selesai atau di luar panggung, mereka tidak diperhatikan. Ini harus menjadi evaluasi kita bersama,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

MRP Sampaikan Aspirasi DOB Papua Utara ke DPD RI

5 Oktober 2026 - 16:20 WIT

Ribka Haluk Bantah Isu Kemendagri Buat Definisi Baru Orang Asli Papua

12 September 2026 - 17:28 WIT

MenHAM Natalius Pigai Kritik Rencana Kemendagri Definisikan Orang Asli Papua: Itu Pemberian Tuhan, Bukan Politik

9 September 2026 - 22:40 WIT

Pemprov Papua Tengah Tertibkan Administrasi dan Kearsipan Daerah

2 September 2026 - 16:57 WIT

Antisipasi Karhutla dan Cuaca Ekstrem, Pemkab Paniai Gelar Apel Siaga dan Bentuk Tim Tanggap Darurat

26 Agustus 2026 - 08:44 WIT

Gubernur Meki Nawipa Paparkan Data Penerimaan Dana Desa se-Papua Tengah Tahun 2024–2026

14 Agustus 2026 - 22:24 WIT

Trending di Pemerintahan