Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 16 Des 2025 07:23 WIT

180 Personel Gabungan Amankan Kwamki Narama, 12 Tenda Perang Dibongkar

Ratusan personel Polres Mimika saat turun ke Kwamki Narama untuk membongkar tenda. Foto: Capture video Polres Mimika. Perbesar

Ratusan personel Polres Mimika saat turun ke Kwamki Narama untuk membongkar tenda. Foto: Capture video Polres Mimika.

SASAGUPAPUA.COM, Timika – Sebanyak 180 personel gabungan dari Polres, Polsek maupun Brimob Yon B Mimika melakukan penertiban dan pembongkaran tenda perang di Distrik Kwamki Narama.

Pembongkaran dilaksanakan pada hari Senin, 15 Desember 2025.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Mimika, Kompol Junan Plitomo, dan didampingi oleh Kabag Ops, AKBP Hendry A. Korwa.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, aparat berhasil membongkar 12 tenda yang didirikan di lokasi oleh kedua kubu yang terlibat perang.

- Advertising -
- Advertising -

Kabag Ops Polres Mimika, AKBP Hendry A. Korwa, menjelaskan upaya penertiban dilanjutkan dengan pencarian senjata tajam setelah pembongkaran tenda.

Namun, ia menjelaskan kedua kubu yang terlibat konflik telah melarikan diri dari tempat kejadian.

“Sebagai langkah antisipasi dan Peningkatan stabilitas keamanan, pihak kepolisian kini sedang mempercepat proses pembangunan empat pos keamanan di Distrik Kwamkinarama. Upaya ini dilakukan untuk memastikan peningkatan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario mengatakan aparat keamanan tidak tinggal diam.

Pada 15 November 2025, aparat gabungan juga sudah melakukan razia dan pembongkaran tenda-tenda yang dijadikan markas oleh panglima perang dan anak buahnya.

Namun, upaya ini hanya meredakan sesaat. Bentrok kembali pecah pada 3 Desember 2025.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menegaskan aparat siaga 1×24 jam di Polsek Kwamki, diperkuat oleh BKO Brimob dan Perintis. Tindakan tegas, penangkapan, razia senjata tajam, dan pembinaan telah dilakukan.

“Kita sudah ada tindakan tegas, tangkap, sweeping hadir disana melerai dan lainnya, kita bongkar tenda-tendanya pada saat itu,” tegas Kapolres, menanggapi tuduhan pembiaran. Upaya ini termasuk razia senjata tajam dan panah, serta kunjungan unsur pimpinan Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan Kapolda.

Namun, bentrok kembali pecah, bahkan setelah upaya mediasi. Kapolres menekankan bahwa penyelesaian konflik adat ini tidak bisa hanya menjadi beban aparat keamanan.

Ia mengakui bahwa keamanan tidak bisa berdiri sendiri dan membutuhkan dukungan penuh dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Pemerintah Daerah, terutama karena konflik ini memiliki akar permasalahan adat.

“Aparat keamanan butuh dukungan baik itu dari tokoh masyarakat, dari pemerintah juga, tokoh agama. Kita tidak boleh diam saja, itu namanya pembiaran, kalau pembiaran kita tidak ada disana, kita tidak berbuat apa-apa, itu pembiaran,” ujarnya, sambil berharap perdamaian dapat tercapai sebelum Natal.

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BMKG Peringatkan Karhutla di Nabire Meningkat Tajam Akibat El Nino Sangat Kuat

21 Agustus 2026 - 20:32 WIT

Yulian Magai Warga Nabire Pakai Masker dan Minta Pemerintah Segera Tanggap Darurat Kebakaran Lahan

21 Agustus 2026 - 17:08 WIT

Kondisi kabut asap mengepul di Nabire. (Foto: Ist)

Gubernur PBD: Penembakan Warga Maybrat Harus Diusut Tuntas, Penarikan Pasukan Jadi Aspirasi ke Pusat

21 Agustus 2026 - 10:03 WIT

Paniai Diguncang Gempa Dangkal M3,8 BMKG Sebut Akibat Aktivitas Sesar Aktif

19 Agustus 2026 - 18:35 WIT

FRI-WP Desak Belanda Tak Lepas Tangan dari Persoalan Politik Papua

17 Agustus 2026 - 00:00 WIT

IKF Mimika Bentuk Panitia Peduli Gempa Flores-NTT, Aksi Penggalangan Dana Dimulai 16 Agustus

16 Agustus 2026 - 10:44 WIT

Trending di Peristiwa