Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 29 Jun 2023 12:43 WIT

34 Masjid di Timika Diawasi Dinas Peternakan Saat Pemotongan Kurban


Kepala Disnakkeswan Mimika, drh. Sabelina Fitriani bersama Assisten 1 Setda Mimika Petrus L. Koten saat melakukan pemeriksaan hewan kurban yang sementara di potong di Masjid Miftahul Huda.Foto: Kristin Rejang - Sasagupapua.com Perbesar

Kepala Disnakkeswan Mimika, drh. Sabelina Fitriani bersama Assisten 1 Setda Mimika Petrus L. Koten saat melakukan pemeriksaan hewan kurban yang sementara di potong di Masjid Miftahul Huda.Foto: Kristin Rejang - Sasagupapua.com

SEBANYAK 34 masjid yang ada di Mimika diawasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika saat melakukan pemotongan hewan kurban. 

Kepala Disnakkeswan Mimika, drh. Sabelina Fitriani menjelaskan pihaknya menyebarkan petugas sebanyak 36 orang.

“Jadi kita melakukan hal yang sama, pangawasan dan pemeriksaan hewan kurban jadi bagaimana perlakuan mulai dari pemotongan, hingga pengemasan,” jelasnya ketika melakukan pemeriksan di Masjid Miftahul Huda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Kamis (25/6/2023).

Fitriani menerangkan, mereka juga memberikan contoh plastik yang layak digunakan untuk membungkus daging.

- Advertising -
- Advertising -

“Jadi bukan plastik keresek apalagi yang warna hitam, karena karbonnya bisa meresap dan tidak sehat, sehingga harus dikemas sesuai standar, berwarna bening untuk disimpan di kulkas,” terbangnya.

Pemeriksaan yang dilaksanakan saat proses pemotongan disebut dengan postmortem sementara sebelumnya sudah dilaksanakan pemeriksaan antemortem di kandang pemasok sebelum dilakukan pemotongan dan dinyatakan sehat.

Di Mimika salah satu masjid yang lengkap dan memenuhi kesejahteraan hewan adalah Masjid Miftahul Huda LDII misalnya sapi yang masih hidup, kemudian saat mau dipotong, setelah di sembelih, kemudian dipotong mulai dari tulang-tulang daging semua memiliki tempat yang terpisah.

“Misalnya dipotong tidak dilihat oleh sapi lain dan oleh anak anak. Walaupun sapi tapi harus diperlakukan sebaik mungkin sehingga tidak menimbulkan stres pada sapi dan bisa menghasilkan kualitas daging yang baik.

Namun, kata Sabelina sudah ada beberapa masjid yang sudah mulai baik dalam proses pemotongannya.

Selain itu, Sabelina juga menjelaskan jika saat pemotongan ditemukan cacing hati namum tidak merusak bagian dalam organ sapi maka tidak menjadi masalah dan masih bisa dikonsumsi namun harus dimasak dengan suhu yang panas, dan tidak dianjurkan memakan mentah atau di bakar, atau dibuat sate.

Jika cacing sudah merusak bagian dalam organ sapi, maka sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi maka harus dibuang dan tidak boleh dimakan.

 

Penulis: Kristin Rejang

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Antisipasi Karhutla dan Cuaca Ekstrem, Pemkab Paniai Gelar Apel Siaga dan Bentuk Tim Tanggap Darurat

26 Agustus 2026 - 08:44 WIT

Gubernur Meki Nawipa Paparkan Data Penerimaan Dana Desa se-Papua Tengah Tahun 2024–2026

14 Agustus 2026 - 22:24 WIT

Polemik Dana Desa Berujung Kerusuhan, Gubernur Pimpin Pemulihan di Puncak

14 Agustus 2026 - 20:41 WIT

Kebijakan Meki Nawipa: Papua Tengah Mulai Bergerak Bangun Ekosistem Kopi Hingga Peternakan Terpadu

10 Agustus 2026 - 17:48 WIT

Gelar Bimbingan Sosial, Pemkab Dogiyai Tekankan Validasi Data Lansia hingga Disabilitas

3 Juli 2026 - 17:05 WIT

Wakil Bupati Puncak Kunjungi Kontingen Pesparawi XIV di Manokwari

24 Juni 2026 - 22:11 WIT

Trending di Pemerintahan