SASAGUPAPUA.COM, Dogiyai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja terus memacu penguatan ekonomi kerakyatan pada hari ketiga Pelatihan Menata Pertumbuhan Ekonomi Dogiyai Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gereja KINGMI Digikotu, Klasis Kamuu, pada Rabu (6/5/2026) tersebut secara khusus melibatkan lebih dari 150 anggota Komunitas Tukang Ojek sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Asisten II Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Dogiyai, Natalis Agapa, memberikan apresiasi mendalam terhadap dedikasi para tukang ojek yang bekerja tanpa kenal lelah di tengah tantangan alam yang berat.
“Tukang ojek ini kerja luar biasa, hujan, panas, jalan rusak, lumpur, rawa, tetap jalan antar orang, jadi fisik dan mental harus siap,” ucap Natalis saat membuka acara mewakili Bupati Dogiyai. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dengan mendorong komunitas ojek agar memiliki organisasi yang lebih tertib, pangkalan tetap, tarif yang transparan, serta atribut keselamatan yang memadai. “Kalau komunitas ojek mau maju, harus ada pangkalan, harga harus jelas, dan kalau bisa pakai helm sama seragam supaya masyarakat lebih percaya,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dogiyai, Fabianus Pekei, mengatakan kekayaan sumber daya alam Dogiyai seperti kopi Moanemani, noken, dan hasil kebun tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa tata kelola yang mumpuni.
“Dogiyai ini daerah yang kaya sekali, semua itu Tuhan kasih untuk jadi kekuatan ekonomi masyarakat, tapi ekonomi itu harus ditata, harus ada strategi, harus tahu pasar, harus bisa kelola usaha baik, dan koperasi harus jadi penggerak ekonomi rakyat,” jelas Fabianus.
Dirinya berkomitmen agar pemerintah terus memfasilitasi legalitas usaha dan pengembangan produk lokal sehingga masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
“Kita mau anak-anak Dogiyai jadi pelaku usaha dan jadi penggerak ekonomi di kampung masing-masing,” tegasnya.
Merespons dukungan pemerintah, Ketua Komunitas Tukang Ojek Kabupaten Dogiyai, Agus Tebai, menyatakan kesiapan kelompoknya untuk bertransformasi menjadi unit usaha yang lebih produktif. Agus mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun AD/ART serta rencana kerja yang mencakup pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi komunitas.
“Kami komunitas ojek siap dukung program pemerintah, kami juga mau jadi bagian dari penggerak ekonomi rakyat di Dogiyai,” kata Agus.
Rencana tersebut meliputi pembukaan pangkalan ojek, bengkel, tempat cuci motor, hingga pom bensin mini dan warung kopi yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi anggota komunitas.





