Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 25 Mar 2025 21:48 WIT

Anggota DPRK Elinus Mom Kunjungi Petani Asli Kamoro


Elinus bersama lurah Kamoro Jaya ketika mengunjungi kelompok Kamoro Bertani di lokasi perkebunan.(Foto: Edwin Rumanasen) Perbesar

Elinus bersama lurah Kamoro Jaya ketika mengunjungi kelompok Kamoro Bertani di lokasi perkebunan.(Foto: Edwin Rumanasen)

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, dari Fraksi Gerindra Elinus Balinol Mom melakukan reses.

Ia mengunjungi lokasi perkebunan kelompok ‘Kamoro Bertani’ yang semuanya terdiri petani asli suku Kamoro yang  berlokasi di Kelurahan Kamoro jaya, tepatnya di lahan perkebunan Wania Imipi Selasa (25/3/2025).

Setibanya di perkebunan, Elinus mengatakan ia mendapatkan informasi terkait masyarakat asli Kamoro yang membentuk satu kelompok tani.

“Untuk itu kami langsung turun melihat, karena  ini adalah suatu hal yang baru dan  merupakan terobosan yang baik sekali bagi petani lokal asli suku Kamoro. Ini mematahkan stigma kalau orang Papua itu tidak bisa, apalagi orang Papua khususnya di Timika ini orang bilang kalau diberikan kepercayaan tidak akan bertahan lama tapi saya percaya bahwa dengan semangat yang ada di bapak-bapak yang ada disini mulai dari kekompakan yang saya lihat semangat ini bisa dijaga menjadi sebuah penghasilan,” katanya.

- Advertising -
- Advertising -

Elinus berharap kedepan semangat yang ada agar tetap bertahan, dikatakan dari pemerintah dan juga lembaga lainnya akan mencoba mendorong supaya ada perhatian-perhatian dari pemerintah daerah dimana swasembada pangan ini juga menjadi program prioritas di pemerintah pusat.

“Sehingga kami juga harapkan agar pemerintah daerah juga bisa melihat ini lebih kepada masyarakat asli. Ini kan bisa jadi pendapatan yang baik juga buat warga disini, ketika dipasarkan, terlihat sederhana tapi ini membawa dampak yang besar kepada seluruh masyarakat timika, ketika petani tidak bekerja maka tidak ada hasil sayur mayur yang dijual di pasar, tapi kalau petani aktif kerja berarti sudah ada sayur yang dijual belikan di pasar,”jelasnya.

Salah satu anggota dari kelompok tani Matias Boyau mengatakan, ini merupakan terobosan bagi mereka sebagai masyarakat asli Kamoro.

“Kebanyakan orang menganggap bahwa kami tidak bisa bertani, saat ini kami buktikan dengan kelompok tani ini bahwa kami bisa. Kami sudah pernah jual dan ada dinas pangan sendiri sudah turun lapangan dan ada membeli juga sayuran kami beberapa ikat dan kami berharap dari dinas pertanian terus mungkin dari YPMAK bisa melihat hal ini, “jelasnya.

Elinus saat menerima sayuran organik hasil panen kelompok Kamoro Bertani. (Foto: Edwin Rumanasen)

Matias mengatakan, sudah banyak produk yang dihasilkan bahkan sebelum sayuran kangkung dan sawi, ada ubi yang sudah lebih dulu mereka tanam seperti keladi, petatas, singkong dan lainnya.

“Sekarang sayuran kangkung ini kami uji coba,dan melaporkan ke kelurahan dan kami menamai project kami ini Kamoro bertani,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk tanaman sayuran seperti kangkung dan sawi sudah dimulai ditanam sejak bulan Februari hingga saat ini terus berjalan. Semua yang ditanam menggunakan pupuk organik.

“Kami punya  harapan besar semoga ada dinas terkait bisa menerima hasil sayuran dari kelompok tani yang kami bentuk, karena selama ini banyak stigma yang mengatakan bahwa kami orang Kamoro tidak bisa berkebun,” pungkasnya.

Dalam momen tersebut, Elinus juga memberikan bantuan berupa peralatan pertanian kepada kelompok Kamoro Bertani.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama