Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 21 Agu 2026 20:32 WIT

BMKG Peringatkan Karhutla di Nabire Meningkat Tajam Akibat El Nino Sangat Kuat


Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Nabire, Husein. Perbesar

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Nabire, Husein.

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Nabire, Husein Kamadi, memperingatkan masyarakat Papua Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Himbauan ini disampaikan usai dirinya menghadiri rapat darurat Penanganan Kebakaran Hutan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah pada Jumat (21/8/2026).

Husein menjelaskan bahwa kondisi atmosfer global saat ini sedang dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang tergolong ekstrem.

“Kondisi saat ini terjadi fenomena atmosfer global yakni El Nino, yang mana kalau kita lihat dari indeks Nino 3.4 berkisar antara plus 2.77, yang mana ini artinya mengindikasikan bahwa saat ini El Nino masuk dalam kategori sangat kuat atau very strong,” ujarnya.

- Advertising -
- Advertising -

Ia menambahkan bahwa fenomena ini diprediksi terus bertahan dengan intensitas kuat hingga awal tahun mendatang.

“Kondisi ini kalau kita lihat dari prediksi data bahwa ini akan berpotensi terjadi sampai dengan November, Desember, Januari dengan kategori sangat strong. Tetapi kalau kita lihat datanya, El Nino masih akan terjadi sampai dengan triwulan I tahun 2027, artinya masih sampai dengan bulan Maret 2027,” kata Husein.

Dampak dari El Nino ekstrem tersebut sudah mulai terlihat dari melonjaknya jumlah titik panas (hotspot) secara drastis di wilayah Nabire dan sekitarnya.

“Data hotspot yang ada di wilayah Kabupaten Nabire untuk periode tanggal 10 sampai dengan tanggal 19 Agustus 2026 terjadi sekitar 246 titik hotspot, di mana untuk wilayah Kabupaten Nabire sendiri terdapat 113 titik hotspot,” ungkapnya.

Peningkatan signifikan kemudian terjadi hanya dalam kurun waktu satu hari berikutnya.

“Kemudian untuk tanggal 20 Agustus ini kita lihat bahwa dari data BMKG terdapat 224 titik hotspot. Dari data ini bisa kita ketahui bahwa data tanggal satu hari kejadian hotspot itu sudah melebihi hampir menyamai data 10 hari kejadian hotspot,” jelas Husein.

Melihat peta tingkat kemudahan terbakar, BMKG mencatat beberapa daerah di Papua Tengah kini berada di zona merah atau sangat rawan.

“Untuk wilayah Papua Tengah khususnya wilayah Kabupaten Nabire, ini akan potensi terjadi very high, sangat mudah untuk terjadi kebakaran. Itu terjadi di wilayah Mimika, Kabupaten Nabire, kemudian Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, yang mana kategorinya very strong sudah berwarna merah,” paparnya.

Tingkat kerawanan yang tinggi ini membuat pemicu sekecil apa pun bisa berdampak fatal.

“Artinya apa? Artinya ketika masyarakat terkena api sedikit saja, itu akan sangat mudah terbakar, baik itu puntung rokok, kemudian membakar sampah di lahan, nah ini sudah akan sangat memudahkan terjadinya kebakaran,” tegasa Husein.

Menanggapi situasi kritis tersebut, BMKG mengeluarkan himbauan tegas serta meminta masyarakat aktif berkoordinasi dengan pihak berwenang jika menemukan titik api.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, kemudian tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan juga kami himbau ketika ada potensi-potensi kebakaran agar langsung berkoordinasi dengan BPBD setempat, dalam hal ini BPBD Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah,” imbaunya.

Husein juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca resmi.

“Jika ingin mengetahui informasi terkait dengan BMKG, dapat mengunjungi website kami atau media sosial kami di Info BMKG,” tuturnya menutup keterangan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Yulian Magai Warga Nabire Pakai Masker dan Minta Pemerintah Segera Tanggap Darurat Kebakaran Lahan

21 Agustus 2026 - 17:08 WIT

Kondisi kabut asap mengepul di Nabire. (Foto: Ist)

Gubernur PBD: Penembakan Warga Maybrat Harus Diusut Tuntas, Penarikan Pasukan Jadi Aspirasi ke Pusat

21 Agustus 2026 - 10:03 WIT

Paniai Diguncang Gempa Dangkal M3,8 BMKG Sebut Akibat Aktivitas Sesar Aktif

19 Agustus 2026 - 18:35 WIT

FRI-WP Desak Belanda Tak Lepas Tangan dari Persoalan Politik Papua

17 Agustus 2026 - 00:00 WIT

IKF Mimika Bentuk Panitia Peduli Gempa Flores-NTT, Aksi Penggalangan Dana Dimulai 16 Agustus

16 Agustus 2026 - 10:44 WIT

Mahasiswa Puncak Minta Segera Tetapkan Status Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM: Status Kemburu Rilis September

11 Agustus 2026 - 19:21 WIT

Trending di Peristiwa