SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan dukungan penuh terhadap agenda nasional Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 melalui kegiatan sosialisasi sub nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia di Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, pada Rabu (11/2/2026).
Kegiatan strategis ini bertujuan untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) sektor kehutanan, di mana sektor FOLU diproyeksikan berkontribusi hampir 60% dari total target penurunan emisi gas rumah kaca nasional.
Sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran pejabat administrator, pengawas, dan pegawai dari berbagai instansi teknis seperti Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Maluku dan Papua, Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai Memberamo, Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah XVII Jayapura, Balai Perhutanan Sosial Manokwari, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Maluku dan Papua, hingga Balai Taman Nasional Lorentz. Selain unsur birokrasi, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif akademisi yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Universitas Ottow Geissler Papua, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Papua, serta Kepala Program Studi Kehutanan Universitas Mataram, serta para pemangku kepentingan terkait dari Kabupaten Puncak Jaya, Intan Jaya, Mimika, Deiyai, dan Dogiyai.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Herman Kayame dikatakan langkah ini merupakan komitmen nyata daerah dalam menjaga keseimbangan ekologi selaras dengan misi pembangunan provinsi. “Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah awal penyebarluasan informasi tentang target dan kontribusi para pihak di Provinsi Papua Tengah untuk mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030,” ujar Herman Kayame.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kegiatan ini akan berlanjut pada penyusunan Rencana Kerja Provinsi yang mendetailkan target penurunan emisi sekaligus peningkatan cadangan karbon hingga mencapai kondisi emisi negatif atau net sink.
Semangat mitigasi perubahan iklim ini diklaim sejalan dengan program yang telah dijalankan Pemprov Papua Tengah sepanjang tahun 2025, yang meliputi rehabilitasi hutan dan lahan seluas 200 hektar, restorasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir, pengendalian penggunaan kawasan hutan, serta patroli perlindungan hutan yang melibatkan masyarakat adat setempat.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyadari bahwa untuk mencapai kondisi di mana tingkat serapan karbon lebih tinggi dari tingkat emisi pada tahun 2030, diperlukan kolaborasi sumber daya yang besar dari lintas sektor.
“Melalui momen penting ini, saya harapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif para pihak untuk mencapai program nasional Net Sink subsektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya di tahun 2030,” tegas Herman Kayame.
Kebijakan FOLU Net Sink 2030 sendiri merupakan bentuk keseriusan Indonesia dalam mengendalikan perubahan iklim sesuai dokumen perencanaan LTS-LCCR 2050 dan NDC 2030.
Menutup sambutannya, Pemprov Papua Tengah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Kementerian Kehutanan dalam mengawal proses sosialisasi ini.
“Apresiasi atas dukungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dalam proses sosialisasi saat ini. Demikian hal-hal penting yang dapat saya sampaikan, semoga segala usaha dan upaya kita dalam menyelamatkan lingkungan senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.





