SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menekankan agar Demokrasi di Papua Tengah harus diarahkan kepada demokrasi yang substantif, hal ini disampaikannya saat sambutan pembukaan Forum Group Discussion dalam rangka penghitungan Indeks Demokrasi Indonesia Provinsi Papua Tengah Tahun 2026.
Diskusi ini diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah yang digelar di Aula Guest house, Rabu (25/2/2026) Nabire, Papua Tengah.
Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah OPD, forkopimda dan berbagai elemen masyarakat, dimana menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, salah satunya adalah Badan Pusat statistik Provinsi Papua.
Dalam Sambutan gubernur yang diwakili oleh Viktor Fun, selaku Asisten III Provinsi Papua Tengah Bidang Ekonomi, Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota Pokja IDI dan para pemangku kepentingan yang telah meluangkan waktu dan perhatiannya untuk hadir pada forum yang penting ini.
“Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menunjukkan komitmen kita bersama untuk terus membangun dan memperkuat iklim demokrasi yang sehat dan berkualitas di Provinsi Papua Tengah,” ungkapnya.
Meki Nawipa mengatakan, Indeks Demokrasi Indonesia atau IDI bukan sekadar angka statistik, tapi lebih dari itu, ini adalah cerminan kualitas kehidupan demokrasi kita.
“Ini merupakan indikator yang mengukur sejauh mana perkembangan pelaksanaan demokrasi di daerah kita ini, yang dijabarkan ke dalam tiga aspek utama yaitu: Kebebasan, Kesetaraan, Kapasitas Lembaga Demokrasi,”kata meki dalam sambutan.
Ia juga menjelaskan, memverifikasi berbagai peristiwa nyata yang terjadi di masyarakat sepanjang tahun 2025. Data dan fakta yang kumpulkan pada forum ini akan menjadi bahan utama dalam menyusun scoring IDI Provinsi Papua Tengah.
“Scoring ini nantinya tidak hanya menjadi angka, tetapi akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel,”jelasnya.
Ia juga menambahkan, Provinsi Papua Tengah adalah rumah kita bersama, rumah yang kita bangun dengan semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan, sehingga Demokrasi di Papua Tengah harus diarahkan pada demokrasi yang substantif, yaitu demokrasi yang tidak hanya hadir saat pemilihan kepala daerah atau pemilu saja, tetapi demokrasi yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat, demokrasi yang menjunjung tinggi kesetaraan bagi seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali, dan demokrasi yang diperkuat oleh lembaga-lembaga yang akuntabel dan berintegritas,”tambahnya.
Lebih lanjut, Meki Nawipa mengajak kepada seluruh unsur forkopimda dan semua elemen untuk mengikuti forum diskusi ini dengan sungguh-sungguh, dengan pikiran terbuka, dan dengan semangat membangun. Sehingga dapat menyampaikan data dan fakta secara objektif, juga memberikan pandangan dan masukan yang konstruktif. Serta mendiskusikan setiap aspek dengan cermat, baik itu aspek kebebasan, aspek kesetaraan, maupun kapasitas lembaga demokrasi.
“Saya berharap melalui diskusi yang mendalam dan partisipatif ini, kita dapat menghasilkan skor IDI yang akurat dan mencerminkan kondisi riil demokrasi di Provinsi Papua Tengah. Semakin tinggi skor IDI, semakin baik pula demokrasi yang kita miliki, dan pada akhirnya akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah kita tercinta, “Pungkasnya.







