Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 29 Jan 2026 08:06 WIT

LBH Papua Desak PT Bangun Malamoi Indah Penuhi Hak Petugas Kebersihan Kota Sorong


Momen aksi yang dilakukan oleh petugas kebersihan pada tahun lalu. Foto: Istimewa Perbesar

Momen aksi yang dilakukan oleh petugas kebersihan pada tahun lalu. Foto: Istimewa

SASAGUPAPUA.COM, Sorong – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Pos Sorong secara tegas mendesak PT Bangun Malamoi Indah (BMI) untuk segera memenuhi hak-hak para petugas kebersihan di Kota Sorong yang hingga kini masih terabaikan.

Desakan ini merupakan respons atas aksi spontan yang dilakukan para pekerja di kantor perusahaan tersebut pada Senin lalu akibat ketidakjelasan status kerja mereka selama tujuh bulan terakhir.

Direktur LBH Papua Pos Sorong, Ambrosius Klagilit, menyatakan bahwa tindakan perusahaan yang mempekerjakan buruh tanpa Surat Perjanjian Kerja (SPK) tertulis merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap regulasi yang berlaku.

“Tindakan PT Bangun Malamoi Indah ini jelas bertentangan dengan ketentuan Pasal 81 Angka 13 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang mewajibkan perjanjian kerja waktu tertentu dibuat secara tertulis,” ujar Ambrosius Klagilit dalam keterangan resminya.

- Advertising -
- Advertising -

Ia menekankan meskipun perjanjian dilakukan secara lisan, hak-hak pekerja tetap dilindungi oleh hukum ketenagakerjaan dan perusahaan memiliki kewajiban mutlak untuk memberikan upah layak, cuti, tunjangan, hingga uang kompensasi kepada para petugas kebersihan tersebut.

Lebih lanjut, LBH Papua Pos Sorong juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam memantau kondisi kesejahteraan pekerja di wilayahnya.

“Pemerintah Kota Sorong harus menjamin dan memastikan setiap petugas kebersihan yang dipekerjakan mendapat upah yang layak serta hak-hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan berkaitan dengan ketenagakerjaan,” tegas Ambrosius. Melalui rilis ini, pihak LBH berharap PT BMI segera menunjukkan itikad baik dengan menyelesaikan seluruh kewajiban finansial dan administratif kepada para pekerja yang telah mengabdi menjaga kebersihan kota selama berbulan-bulan tanpa kepastian hukum.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BMKG Peringatkan Karhutla di Nabire Meningkat Tajam Akibat El Nino Sangat Kuat

21 Agustus 2026 - 20:32 WIT

Yulian Magai Warga Nabire Pakai Masker dan Minta Pemerintah Segera Tanggap Darurat Kebakaran Lahan

21 Agustus 2026 - 17:08 WIT

Kondisi kabut asap mengepul di Nabire. (Foto: Ist)

Gubernur PBD: Penembakan Warga Maybrat Harus Diusut Tuntas, Penarikan Pasukan Jadi Aspirasi ke Pusat

21 Agustus 2026 - 10:03 WIT

Paniai Diguncang Gempa Dangkal M3,8 BMKG Sebut Akibat Aktivitas Sesar Aktif

19 Agustus 2026 - 18:35 WIT

FRI-WP Desak Belanda Tak Lepas Tangan dari Persoalan Politik Papua

17 Agustus 2026 - 00:00 WIT

IKF Mimika Bentuk Panitia Peduli Gempa Flores-NTT, Aksi Penggalangan Dana Dimulai 16 Agustus

16 Agustus 2026 - 10:44 WIT

Trending di Peristiwa