Menu ✖

Mode Gelap

Lingkungan · 13 Jul 2025 21:10 WIT

Masyarakat Adat Tablasupa: Wilayah Kami Tidak bisa di Ganggu

Sumber foto: AMAN Jayapura Perbesar

Sumber foto: AMAN Jayapura

SASAGUPAPUA.COM, JAYAPURA – Masyarakat adat Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura menyikapi isu tambang nikel di gunung Cycloop yang saat ini ramai diperbincangkan.

Dalam laman resmi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jayapura, masyarakat adat Tablasupa melaksanakan pertemuan pada Jumat (11/7/2025).

Pertemuan ini dilaksanakan di Kampung Tablasupa.

Disana mereka berhasil menerima berbagai usul dan saran warga masyarakat adat Tablasupa, sehingga mencapai beberapa rekomendasi untuk ditiindak lanjuti secara internal sebagai bentuk persiapan masyarakat adat di wilayah adatnya sendiri.

- Advertising -
- Advertising -

Dalam akun resmi AMAN juga ditulis beberapa tahun lalu wilayah Tablasupa pernah menghadapi situasi sengketa soal pertambangan. Hal ini juga merupakan pengalaman terbaik untuk warga Tablasupa menentukan langkah bijaksana mempertahankan Hak hidupnya.

Sumber foto: AMAN Jayapura

Pertemuan yang diprakarsai oleh Dewan Adat Kampung Tablasupa berlangsung kurang lebih 3 jam dihadiri, Kepala Kampung Tablasupa, Pemuda, Perempuan, Tokoh-tokoh, bahkan komunitas-komunitas Pegiat lingkungan,  Semua yang di bahas mengarah kepada Ketegasan bahwa Wilayah hukum adat masyarakat Tablasupa tidak diijinkan untuk penambangan dalam bentuk apapun.

Hasil pertemuan merekomendasikan beberapa hal, Yaitu :

1. Masyarakat Adat Kampung Tablasupa Secara Tegas Menolak Aktifitas Tambang di wilayah hukum adat Tablasupa

2. Proses Pemetaan Peta Wilayah Hukum adat akan di kerjakan secara serius.

3. Semua pilar Adat di hidupkan, Mulai dari Struktur Otoritas Adat, Pemuda adat, Perempuan adat, serta komunitas-komunitas lainnya.

4. Kerja sama Lembaga untuk pendampingan.

5. Mengidentifikasi segala bentuk kegiatan yang dikerjakan di wilayah adat Tablasupa secara diam-diam.

Masyarakat adat kampung Tablasupa juga bersepakat untuk tidak boleh ada Konflik lagi diantara mereka, dan juga tidak boleh ada aktor-aktor intelektual yang bermain di belakang layar mengatasnamakan Masyarakat adat setempat untuk kepentingan apapun.

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lakukan Penelitian Langsung, WALHI Papua: Pendangkalan Danau Paniai Kian Memprihatinkan

23 September 2026 - 14:19 WIT

Jaga Tradisi dan Alam, DPMA Saifi-Yaben Gelar Sidang Adat Ke-II

21 September 2026 - 13:59 WIT

Karhutla dan Asap Tebal Kembali Landa Nabire, WALHI Papua Desak Audit Konsesi dan Penegakan Hukum Tegas

15 September 2026 - 12:22 WIT

Tanah Mengering, Petani Sayuran di Sorong Selatan Alami Gagal Panen

11 September 2026 - 15:10 WIT

Direktur WALHI Papua: Siapa Pun yang Merampas Hutan Papua, Merampas Masa Depan Dunia

8 September 2026 - 17:02 WIT

Masyarakat Adat Merauke Kecam Pengrusakan Salib Hitam di Wilayah Adat Marga Moyuwend Buako

8 September 2026 - 16:44 WIT

Trending di Lingkungan