Menu

Mode Gelap

Pemprov Papua Tengah · 17 Apr 2026 15:58 WIT

Meki Nawipa Kutuk Keras Jatuhnya Korban Sipil: Anak dan Perempuan Tak Boleh Jadi Korban


ubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah  Deinas Geley saat memberikan keterangan kepada awak media di Bandara Douw Aturure Nabire, Jumat (17/4/2026). Foto: Kristin Rejang/sasagupapua Perbesar

ubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley saat memberikan keterangan kepada awak media di Bandara Douw Aturure Nabire, Jumat (17/4/2026). Foto: Kristin Rejang/sasagupapua

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan sikap keras pemerintah provinsi terhadap insiden konflik bersenjata yang baru-baru ini melanda Kabupaten Puncak dan berbatasan langsung dengan Puncak Jaya.

Usai mendarat di Bandara Douw Aturure Nabire setelah mengunjungi para korban di RSUD Mulia, Puncak Jaya pada Jumat (17/4/2026), Gubernur Meki Nawipa didampingi Wakil Gubernur, Deinas Geley menyampaikan keprihatinannya atas jatuhnya korban dari kalangan warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak.

“Jadi kita tetap mengutuk tindakan-tindakan yang tidak presisi, yang di mana anak-anak kecil, perempuan kena, itu kita kutuk keras. Jadi langkah-langkah lain yang mereka sedang lakukan itu silakan saja, tetapi anak kecil dan perempuan tidak boleh korban,” tegas Meki Nawipa saat memberikan keterangan di hadapan awak media.

Gubernur menjelaskan bahwa langkah koordinasi di tingkat pusat telah dilakukan untuk memastikan penanganan korban dapat berjalan dengan mempertimbangkan aspek budaya lokal.

- Advertising -
- Advertising -

Meki Nawipa menjelaskan dirinya telah membangun komunikasi intensif dengan Menko Polhukam dan Mendagri guna mencari solusi terbaik di lapangan.

“Jadi kita mengutuk ini tapi kita akan mengambil langkah-langkah. Saya sudah komunikasi dengan Menko Polhukam, sudah diskusi dengan Mendagri untuk bagaimana saya bisa audiensi. Jadi kita mencari supaya korban-korban yang ada di sana bisa kita lakukan itu sambil satu dua hari ini akan ada tim terpadu,” jelasnya.

Terkait upaya penanganan di lokasi kejadian, Gubernur mengungkapkan saat ini status tanggap darurat telah ditetapkan melalui kolaborasi antara dua kabupaten yang terdampak langsung. Pihak provinsi pun memastikan akan menyalurkan bantuan logistik guna menutupi kekurangan di lapangan.

“Jadi tanggap darurat dibuat oleh Puncak dengan Puncak Jaya, gabungan. Ini terjadi di Kabupaten Puncak tapi perbatasan langsung dengan Puncak Jaya. Jadi mereka buat, setelah itu kita akan bantu tenda. Pemda Puncak Jaya sudah lakukan itu tapi masih kurang jadi kita akan bantu semua hal untuk bagaimana meringankan beban ini,” lanjut Meki.

Gubernur juga menekankan pentingnya profesionalisme dan ketepatan sasaran. Ia mendorong agar situasi ini mulai diimbangi dengan diplomasi yang lebih manusiawi demi menghindari dampak emosional yang mendalam bagi keluarga korban.

“Jadi kita concern hanya anak-anak dan ibu-ibu itu tidak boleh. Maka itu ke depan perlu ada presisi yang bagus untuk tetap kita jalan secara profesional. Tapi kan kasihan, coba kalau yang melakukan ini istrinya atau anaknya korban, perasaannya pasti sama. Jadi kita melihat bahwa langkah-langkah yang mereka sedang tempuh silakan, tetapi anak dengan perempuan itu harus tidak boleh ini. Dan juga yang namanya manusia itu lebih bagus berkomunikasi. Jadi nanti kita coba berjuang untuk cara lain, jadi bukan seperti begini lagi. Tapi kalau bisa kita komunikasi, itu pasti ada pelan-pelan kita akan cari solusi yang baik ke depan. Jadi kita mengedepankan bagaimana humanis, diplomasi humanis, dan ini yang akan diperjuangkan oleh kami di Provinsi,” tuturnya panjang lebar.

Dalam kunjungannya ke Mulia, Gubernur juga telah melihat langsung kondisi para korban luka, termasuk beberapa anak kecil dan pemuda yang tengah menjalani perawatan medis. Satu korban dilaporkan telah dievakuasi ke Jayapura untuk penanganan lebih lanjut.

“Tadi itu kami di Puncak Jaya, sudah kunjungi ada masyarakat yang kena musibah. Jadi ada anak kecil ada empat ya, empat. Terus satu bapak, pemuda, satu sudah kita terbangkan ke Jayapura. Jadi kita datang memberikan penguatan bahwa Pemda Provinsi akan membiayai seluruh biaya kesehatan. Jadi mereka tidak sendiri, kita akan membiayai sampai sembuh,” ungkap Meki.

Lebih lanjut, ia menaruh perhatian khusus pada masa depan anak-anak yang kehilangan orang tuanya dalam tragedi ini. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk menjamin pendidikan mereka sebagai bentuk tanggung jawab jangka panjang.

“Bahkan ada anak kecil yang ada di situ, bapaknya juga sudah meninggal di kejadian berapa hari lalu itu. Jadi mungkin Pemda Provinsi akan berpikir untuk sekolahkan dia, anak ini, supaya mereka bisa dapat pendidikan yang layak dan suatu saat mereka bisa pulang dan membangun negeri,” tambahnya.

Gubernur memaparkan proses identifikasi korban masih terus berjalan di beberapa titik. Meski satu kampung telah dinyatakan kondusif, masih ada dua wilayah lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim gabungan dan PMI.

“Jadi situasinya seperti begitu. Masyarakat di sana kita sudah komunikasi, sudah dialog dengan masyarakat. Terus kita akan komunikasi dengan beberapa level tingkatan sehingga ada satu kampung sudah clear, tapi ada dua kampung lagi yang perlu pengecekan kira-kira ada berapa korban lagi. Ini nanti kita sudah diskusi siapa kerja apa, kita lihat beberapa hari ke depan. PMI Kabupaten Puncak Jaya sudah di depan menjemput dan lain-lain. Jadi kita berdoa supaya teman-teman di Mulia dan di lapangan mereka kerja secara profesional,” pungkasnya.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 183 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kunjungi Korban Penembakan di Puncak Jaya, Begini Penjelasan Gubernur Meki Nawipa

17 April 2026 - 15:38 WIT

BKPSDM Papua Tengah Siap Fasilitasi Bimbel 250 Calon Peserta Sekolah Kedinasan

16 April 2026 - 15:45 WIT

Pemprov Papua Tengah Susun Rencana Perlindungan Lingkungan Hidup 2026-2056

16 April 2026 - 12:54 WIT

Pemprov Papua Tengah Gelar Rakor dan Konsultasi Hasil Kerja Tim Harmonisasi Kapiraya

16 April 2026 - 10:41 WIT

Meki Nawipa Hadiri Pertemuan Bersama Mendagri: 67% Rumah di Papua Tengah Jadi Target Prioritas Perbaikan

15 April 2026 - 20:59 WIT

Perjuangan Meki Nawipa Suarakan Dana Otsus yang Minim hingga SILPA yang Membengkak

14 April 2026 - 11:11 WIT

Trending di Pemprov Papua Tengah