Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 28 Okt 2024 15:19 WIT

Pemkab dan PKK Nilai 14 Posyandu di Mimika, 10 Terbaik akan Terima Dana Pembinaan Rp100 Juta

Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui tiga instansi yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluraga (PKK) melakukan penilain terhadap 14 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dari 192 Posyandu yang ada di Kabupaten Mimika.

Penilaian ini dilakukan dalam rangka Acara Pemberian Penghargaan Partisipasi Masyarakat  di Kabupaten Mimika Tahun 2024.

Dari 14 Posyandu ini, 10 Posyandu terbaik akan dapat dana pembinaan sebesar Rp100 juta, dengan rincian tiap-tiap Posyandu mendapat Rp10 juta.

Perwakilan dari PKK Mimika, Sabelina Fitriani menyebutkan 14 Puskesmas yang dinilai yakni Posyandu Bougenvile dan Kasuari di Kelurahan Koperapoka, Posyandu Mawar di Kelurahan Wanagon, Posyandu Waker di Kampung Minabua, Posyandu Bintang Timur dan Narani di Kelurahan Kamoro Jaya, Posyandu Gimbi di Kampung Gimbi, Posyandu Rosella dan Kasih di  Kelurahan Perintis, Posyandu Kanguru di Kampung Utikini, Posyandu Cenderawasih di Kampung Wangirja, Posyandu Jeloa di Kampung Amole, Posyandu Landu Mekar di kampung Landu Mekar dan Posyandu Yaumako di Kampung Mware.

- Advertising -
- Advertising -

Penilaian terhadap 14 Posyandu ini dilakukan setiap hari mulai tanggal 23 Oktober sampai 5 November 2024 mendatang.

Kriteria penilaiannya adalah kegiatan rutin Posyandu minimal delapan kali setahun, memiliki minimal lima  orang kader, melaksanakan tiga dari empat layanan yakni Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, KB dan Imunisasi, memenuhi cakupan minimal 50 persen sasaran selama delapan bulan dalam satu tahun, memiliki alat pemantau pertumbuhan dan perkembangan dan mengembangkan kegiatan tambahan.

“Kami melakuakan perlombaan ini dengan harapan 30 persen dari 192 Posyandu di Mimika bisa mandiri, karena Posyandu  berhubungan dengan pelayanan, sehingga pelayanan lebih maksimal untuk membantu upaya pemerintah dalam mencegah stunting dan gizi buruk,” ungkap Sabelina saat ditemui wartawan di sela-sela  penilaian Posyandu Kasuari di Kelurahan Koperapoka, Senin (28/10/2024).

Kegiatan perlombaan, lanjut dia sebagai salah satu upaya pembinaan sehinga stratanya bisa meningkat dari pratama ke Mandiri.

“Tentunya dengan peningkat strata, pelayanan juga meningkat, sehingga anak Balita kita, anak remaja, usia sekolah atau Lansia bisa mendapat pelayanan kesehatan lebih baik. Untuk memaksimal  pelayanan di Posyandu,  perlu kolaborasi semua pihak,” pungkasnya

Berikan Komentar
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Doa dan Hening Renungan Bersama ODHA – KPA Papua Tengah Targetkan Pemeriksaan Massal dan Penghapusan Stigma

9 Desember 2025 - 12:44 WIT

23.535 Kasus HIV di Papua Tengah, KPA dan Dinkes Gaungkan Strategi ‘STOP’ dan Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya

6 Desember 2025 - 13:38 WIT

Program Dokter Terbang Kabupaten Intan Jaya: Jemput Bola Pelayanan Kesehatan di 8 Distrik

11 November 2025 - 11:51 WIT

Freeport Indonesia dan Pemkab Nabire Jalin Kemitraan Strategis Turunkan Angka Stunting

7 November 2025 - 12:33 WIT

Deiyai Butuh Dokter Kandungan, Donatus Mote Desak Pemkab Serius Soal Nakes

30 Oktober 2025 - 20:49 WIT

Komnas HAM Bertemu DPR Papua Tengah: Ada Komitmen Padamkan Api Bukan Asap

17 Oktober 2025 - 09:23 WIT

Trending di Hukum Kriminal