Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 24 Des 2025 11:59 WIT

Refleksi Natal Wagub Papua Tengah: Dari Gubernur Sampai Rakyat Kecil, Kita Semua Sama di Hadapan Tuhan


Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com) Perbesar

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com)

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh masyarakat dalam rangka menyambut perayaan Natal dan pergantian tahun.

Ia menekankan esensi Natal bagi masyarakat Papua bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol pembebasan dan sukacita besar karena kasih Tuhan yang tidak memandang status sosial.

Dalam pernyataannya, Deinas Geley mengungkapkan rasa bangganya sebagai warga Papua yang tumbuh dengan nilai-nilai Kristiani yang kuat sejak Injil masuk ke tanah Papua.

Ia menegaskan kelahiran Yesus Kristus di Betlehem merupakan peristiwa penting yang membawa kemerdekaan bagi semua orang.

- Advertising -
- Advertising -

“Dia tidak memandang kau pejabat kah, kau tinggi kah, kau kecil kah, tidak. Dia memerdekakan kita untuk membebaskan kita, maka di situ ada sukacita yang besar,” ujar Deinas saat memberikan keterangan kepada media.

Menyongsong Tahun Baru, Wakil Gubernur mengajak seluruh umat Tuhan di Papua Tengah untuk memaknai momen ini sebagai kesempatan untuk “lahir baru”.

Ia menghimbau masyarakat agar meninggalkan segala bentuk kebiasaan negatif dan kenakalan yang dilakukan selama setahun ke belakang melalui pertobatan yang sungguh-sungguh.

Menurutnya, hidup baru berarti adanya perubahan nyata dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam hubungan keluarga dan kemasyarakatan.

Deinas secara spesifik menyoroti pentingnya menghentikan segala perilaku merusak seperti kebiasaan mabuk-mabukan dan konflik dalam rumah tangga.

“Selama satu tahun ini ada kenakalan ini-itu, kita harus ada pertobatan dengan adanya Natal ini. Supaya kita lahir baru, hidup baru, kita memiliki Kristus supaya hal-hal yang negatif kemarin, pikiran macam contohnya mabuk terus, merusak terus, dan lain-lain, kalau suami istri berkelahi terus, selingkuhan terus, ini kita harus berhenti total,” tegasnya.

Menutup pesannya, Deinas Geley berharap seluruh masyarakat Papua Tengah dapat bersatu dalam sukacita dan kedamaian, serta terus mengikuti jalan Tuhan demi perubahan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Ia mengingatkan bahwa di mata Tuhan semua orang adalah sama, mulai dari gubernur hingga masyarakat paling bawah, sehingga tanggung jawab untuk berubah ada pada diri masing-masing individu.

“Tahun baru itu kita harus sukacita. Tidak boleh yang kemarin punya itu kita bawa terus, tidak boleh. Setiap tahun itu harus berubah,” pungkasnya.

Berikan Komentar
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Syukur Satu Tahun Kepemimpinan MEGE Diawali dengan Ibadah – Lima Poin Mengapa Tidak Boleh Lupa Tuhan ?

20 Februari 2026 - 09:17 WIT

Trending di Agama