Menu

Mode Gelap

Pemprov Papua Tengah · 29 Apr 2026 16:17 WIT

Refleksi Sejarah 1 Mei, Pemprov Papua Tengah Ajak Generasi Muda Perkuat Nasionalisme


Foto bersama saat kegiatan seminar di Aula RRI Nabire oleh DPD Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Tengah. (Dok.Humas Pemprov Papua Tengah) Perbesar

Foto bersama saat kegiatan seminar di Aula RRI Nabire oleh DPD Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Tengah. (Dok.Humas Pemprov Papua Tengah)

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan apresiasi tinggi kepada DPD Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua Tengah atas terselenggaranya seminar sejarah dalam rangka merefleksikan momentum 1 Mei 1963.

Kegiatan yang dihadiri oleh DPP dan DPD Barisan Merah Putih, unsur Forkopimda Provinsi Papua Tengah, hingga para tokoh masyarakat, adat, agama, dan pemuda. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula RRI Nabire, Rabu (29/4/2026).

Mewakili Gubernur, Asisten 1 Alanthino Wiay, dalam sambutannya menyatakan, tanggal 1 Mei merupakan titik balik bersejarah bagi pembangunan di tanah Papua. Momentum ini menjadi awal tanggung jawab administratif yang kini diwujudkan pemerintah melalui pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menyegarkan ingatan kolektif bangsa Alanthino Wiay dalam sambutannya, menggarisbawahi beberapa hal penting yang menjadi fokus dalam penguatan semangat kebangsaan melalui kegiatan ini yaitu Penyegaran Sejarah.

- Advertising -
- Advertising -

“Mengingatkan kembali perjuangan para pendahulu dalam menjaga keutuhan NKRI agar tidak terlupakan oleh zaman, juga memberikan edukasi Generasi Muda untuk memastikan pelajar dan mahasiswa memahami proses sejarah secara utuh agar tidak terputus dari identitas kebangsaan, “Ucapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, penguatan nasionalisme memperkokoh semangat persatuan di tengah keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Persatuan yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang, baik melalui jalur diplomasi, tekanan politik, maupun operasi militer,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap, selain sebagai refleksi, seminar ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk bersikap kritis terhadap dinamika sosial dan geopolitik yang membentuk Papua saat ini. Para peserta, yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan, diajak untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif.

“Kita tidak boleh berhenti pada memahami sejarah, tetapi harus melangkah lebih jauh dan menjadikan sejarah sebagai dasar untuk membangun masa depan Papua Tengah yang damai, maju, dan sejahtera,” Pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sidang Majelis Gembala 2026: Wadah Lahirkan Keputusan Bijaksana bagi Umat

21 Mei 2026 - 17:47 WIT

Melawan Abrasi dan Perubahan Iklim, Papua Tengah Resmi Miliki Pokja Mangrove Daerah

21 Mei 2026 - 16:59 WIT

Pemprov Papua Tengah Dorong Transformasi Digital Guna Atasi Kelangkaan Dokter Spesialis

21 Mei 2026 - 13:39 WIT

Lompatan Paradigma: Membuka Kran Sekolah Kedinasan untuk Generasi Asli Papua Tengah

19 Mei 2026 - 16:47 WIT

Wagub Papua Tengah Dorong Pengusaha Muda HIPMI Jadi Pelaku Utama Ekonomi Daerah

18 Mei 2026 - 18:14 WIT

Wagub Papua Tengah Ajak DPW BAMAGNAS Jaga Harmoni dan Bangun SDM OAP

18 Mei 2026 - 14:38 WIT

Trending di Agama