Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 20 Jul 2026 18:53 WIT

Tanggapi Kasus Penganiayaan, Yulian Magai Kecam Aksi Kekerasan Jalanan di Timika


Anggota DPR Papua Tengah, Yulian Magai. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua) Perbesar

Anggota DPR Papua Tengah, Yulian Magai. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yulian Magai, memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolres Mimika atas respons cepat dalam menangani kasus penganiayaan yang menimpa seorang pria di Jalan Cenderawasih, tepatnya di depan Hotel Cenderawasih 66, pada Minggu (19/7/2026) malam.

Aksi kekerasan tersebut sebelumnya sempat memicu ketegangan yang menyebabkan pihak keluarga melakukan blokade di ruas jalan utama.

Yulian menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Kapolres Mimika yang dinilai sangat sigap, di mana dalam hitungan jam setelah kejadian, para pelaku berhasil diamankan. Menurutnya, langkah tegas ini sangat penting untuk memberikan rasa keadilan bagi korban yang diketahui berinisial DK serta menjaga keamanan di wilayah Timika.

“Saya sangat mengapresiasi Kapolres Mimika yang baru saja dilantik. Beliau luar biasa, dalam waktu beberapa jam saja para pelaku sudah berhasil ditangkap. Ini membuktikan bahwa hukum tetap tegak di negara ini,” ujar Yulian, Senin (20/7/2026).

- Advertising -
- Advertising -

Terkait identitas pelaku, Yulian menyoroti bahwa para pelaku bukanlah penduduk asli atau warga lokal Timika. Ia menegaskan bahwa masyarakat Papua, khususnya di Timika, sangat terbuka bagi siapa saja yang datang untuk mencari penghidupan dengan cara yang baik. Namun, ia menyayangkan tindakan kriminalitas  dilakukan oleh oknum yang datang dan  merusak kedamaian daerah.

“Masyarakat Papua adalah orang-orang yang baik dan terbuka. Kami memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk mencari nafkah di tanah ini, bahkan kami tidak melarang mereka bekerja di sektor pendulangan emas di Kali Kabur. Namun, jika mereka datang justru untuk melakukan tindak pidana, termasuk penganiayaan, tentu ini tidak dapat ditoleransi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yulian menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas bagi para pelaku kejahatan agar mereka jera dan menyadari konsekuensi atas perbuatan mereka. Ia berharap pihak kepolisian dan pemerintah dapat membersihkan Timika dari oknum-oknum yang kerap menjadi pengacau keamanan.

Ia juga menyoroti fenomena degradasi moral yang terjadi di tengah masyarakat, di mana pengaruh buruk dari luar sering kali memicu perilaku negatif seperti mabuk-mabukan atau tindakan kriminal lainnya di kalangan generasi muda Papua. Menurutnya, hal tersebut bukanlah cerminan dari budaya asli Papua.

“Kami ingin Timika kembali menjadi daerah yang damai dan sejahtera seperti era 90-an. Kita ingin hidup aman berdampingan tanpa ancaman dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami meminta pihak berwenang untuk terus menindak tegas siapa pun yang mengganggu ketertiban umum agar rasa aman bagi seluruh warga dapat terus terjaga,” tutup Yulian.

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BMKG Peringatkan Karhutla di Nabire Meningkat Tajam Akibat El Nino Sangat Kuat

21 Agustus 2026 - 20:32 WIT

Yulian Magai Warga Nabire Pakai Masker dan Minta Pemerintah Segera Tanggap Darurat Kebakaran Lahan

21 Agustus 2026 - 17:08 WIT

Kondisi kabut asap mengepul di Nabire. (Foto: Ist)

Gubernur PBD: Penembakan Warga Maybrat Harus Diusut Tuntas, Penarikan Pasukan Jadi Aspirasi ke Pusat

21 Agustus 2026 - 10:03 WIT

Paniai Diguncang Gempa Dangkal M3,8 BMKG Sebut Akibat Aktivitas Sesar Aktif

19 Agustus 2026 - 18:35 WIT

FRI-WP Desak Belanda Tak Lepas Tangan dari Persoalan Politik Papua

17 Agustus 2026 - 00:00 WIT

IKF Mimika Bentuk Panitia Peduli Gempa Flores-NTT, Aksi Penggalangan Dana Dimulai 16 Agustus

16 Agustus 2026 - 10:44 WIT

Trending di Peristiwa