Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 21 Agu 2026 17:08 WIT

Yulian Magai Warga Nabire Pakai Masker dan Minta Pemerintah Segera Tanggap Darurat Kebakaran Lahan


Yulian Magai Warga Nabire Pakai Masker dan Minta Pemerintah Segera Tanggap Darurat Kebakaran Lahan Perbesar

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Anggota DPR Papua Tengah dari Komisi 4 DPR RI politisi Partai Demokrat, Yulian Magai, mengimbau seluruh warga masyarakat di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, untuk wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya kepulan asap tebal akibat maraknya pembakaran lahan serta tiupan angin kencang yang memicu debu di berbagai wilayah.

“Saya imbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, untuk wajib memakai masker. Karena hari ini udara tertutup kabut akibat asap kebakaran dan angin kencang yang membawa debu. Kondisi ini dapat menyebabkan masyarakat terkena batuk, sakit, dan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, sebelum terjangkit penyakit, masyarakat diwajibkan menggunakan masker agar terhindar dari dampak buruk asap kebakaran di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, maupun wilayah lainnya,” ujar Yulian Magai.

Ia menjelaskan bahwa kabut asap yang menyelimuti pemukiman warga terjadi akibat aktivitas pembakaran lahan yang marak dilakukan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, di area sawah, ladang, hingga kawasan hutan. Penumpukan asap tebal di udara tersebut dinilai sudah sangat mengganggu sistem pernapasan dan mengancam kesehatan masyarakat.

- Advertising -
- Advertising -

Selain memberikan imbauan kesehatan kepada warga, Yulian Magai juga mendesak pemerintah daerah beserta dinas-dinas terkait di Kabupaten Nabire untuk segera mengambil tindakan cepat dan menetapkan status tanggap darurat. Laju pemadaman api harus dilakukan secara masif karena kebakaran lahan kini telah tersebar di berbagai titik, termasuk di area sekitar bandara baru, pinggir jalan, serta lahan perkebunan.

“Kami berharap pemerintah segera menetapkan status tanggap darurat karena kondisi ini sudah memengaruhi aktivitas penerbangan. Kebakaran lahan juga terjadi di sekitar kawasan bandara baru. Pemerintah dan dinas terkait di Kabupaten Nabire harus merespons dengan cepat untuk memadamkan titik-titik api yang tersebar di jalanan, lahan, dan kebun,” tegasnya.

Menurutnya, pemadaman yang lambat akan berdampak serius bagi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah dan lansia. Terlebih lagi, tiupan angin kencang yang terjadi saat ini berpotensi memperluas sebaran percikan api hingga dapat membakar fasilitas umum, gedung sekolah, perkantoran, maupun permukiman warga.

“Dampak asap ini sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga usia lanjut. Apalagi sekarang angin mulai bertiup kencang. Percikan api bisa terbang dan membakar lahan, rumah warga, sekolah, atau perkantoran. Oleh karena itu, instansi pemerintah terkait harus bertindak cepat dengan menerapkan penanganan darurat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BMKG Peringatkan Karhutla di Nabire Meningkat Tajam Akibat El Nino Sangat Kuat

21 Agustus 2026 - 20:32 WIT

Gubernur PBD: Penembakan Warga Maybrat Harus Diusut Tuntas, Penarikan Pasukan Jadi Aspirasi ke Pusat

21 Agustus 2026 - 10:03 WIT

Paniai Diguncang Gempa Dangkal M3,8 BMKG Sebut Akibat Aktivitas Sesar Aktif

19 Agustus 2026 - 18:35 WIT

FRI-WP Desak Belanda Tak Lepas Tangan dari Persoalan Politik Papua

17 Agustus 2026 - 00:00 WIT

IKF Mimika Bentuk Panitia Peduli Gempa Flores-NTT, Aksi Penggalangan Dana Dimulai 16 Agustus

16 Agustus 2026 - 10:44 WIT

Mahasiswa Puncak Minta Segera Tetapkan Status Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM: Status Kemburu Rilis September

11 Agustus 2026 - 19:21 WIT

Trending di Peristiwa