Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 2 Jul 2026 13:13 WIT

Bupati Intan Jaya Minta TPNPB Tinggalkan Permukiman Masyarakat Sipil


Bupati Intan Jaya, Aner Maisini. (Foto: Kristin Rejang/sasagupapua) Perbesar

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini. (Foto: Kristin Rejang/sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) tidak menjadikan kampung-kampung yang dihuni masyarakat sipil sebagai lokasi aktivitas maupun kontak bersenjata dengan aparat keamanan.

Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas dan tidak boleh dikorbankan dalam konflik yang masih berlangsung di wilayah Intan Jaya.

Permintaan tersebut disampaikan Aner melalui sambungan telepon pada Kamis (2/7/2026). Ia mengaku prihatin karena masyarakat sipil kerap berada di tengah situasi konflik dan berisiko menjadi korban ketika terjadi kontak tembak antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan.

“TPNPB tidak boleh beraktivitas di rumah-rumah masyarakat,” tegas Aner.

- Advertising -
- Advertising -

Ia menilai keberadaan kelompok bersenjata di lingkungan permukiman hanya akan meningkatkan risiko bagi masyarakat sipil.

“Ketika aparat keamanan melakukan pengejaran, masyarakat yang tinggal di kampung berpotensi menjadi sasaran dalam insiden baku tembak. Jadi, Sekali lagi TPNPB tolong tinggalkan kampung-kampung yang dihuni masyarakat sipil,” tegasnya lagi.

Aner meminta TPNPB meninggalkan lokasi atau kampung yang dihuni masyarakat sipil dan memilih area lain apabila ingin melakukan aktivitas maupun kontak bersenjata dengan aparat keamanan.

“Kalau mau kontak tembak dengan aparat, silakan cari lokasi yang kosong dan jadikan tempat perang,” ujarnya.

Sebagai kepala daerah, Aner mengatakan dirinya berkewajiban mengingatkan semua pihak agar tidak membawa konflik ke tengah-tengah masyarakat. Ia berharap warga yang tidak terlibat tidak lagi menjadi korban akibat konflik bersenjata yang terus terjadi di Intan Jaya.

Selain mengimbau TPNPB, Aner juga berharap aparat keamanan tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi perhatian utama bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik.

“Masyarakat sipil harus kita lindungi. Jangan jadikan kampung-kampung tempat tinggal warga sebagai lokasi perang. Mohon, Jangan sampai ada lagi masyarakat yang menjadi korban,” tutup Aner.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Koops TNI Habema Jelaskan Kronologi Kontak Tembak di Intan Jaya yang Menewaskan Okto Tigau

2 Juli 2026 - 13:58 WIT

Gereja Katolik Mengutuk Keras Penembakan Seorang Gembala di Intan Jaya

2 Juli 2026 - 12:01 WIT

Nekat Bermalam di Kantor Gubernur, Ratusan Mama Papua di PBD Tuntut Modal Usaha hingga Tolak PSN

1 Juli 2026 - 22:32 WIT

Pemuda Katolik Komda Papua Tengah Desak Evaluasi Penanganan Konflik di Intan Jaya

1 Juli 2026 - 21:22 WIT

“Evaluasi Total atau Rakyat Papua Habis di Intan Jaya” – MRP Papua Tengah Desak Tarik Pasukan Non-Organik

1 Juli 2026 - 20:33 WIT

Okto Tigau Ditemukan Tewas, Bupati Intan Jaya Murka: Presiden Harus Evaluasi Total Satuan Nonorganik!

1 Juli 2026 - 19:47 WIT

Trending di Peristiwa