Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 23 Mar 2026 17:21 WIT

Dandim Nabire Harapkan SPPG Tak Hanya Bergantung pada Supplier Tertentu


Komandan Kodim (Dandim) 1705/Nabire, Letkol Inf Marudut H. Simbolon saat diwawancarai awak media. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com Perbesar

Komandan Kodim (Dandim) 1705/Nabire, Letkol Inf Marudut H. Simbolon saat diwawancarai awak media. (Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Komandan Kodim (Dandim) 1705/Nabire, Letkol Inf Marudut H. Simbolon, menekankan pentingnya sinergi antara Bintara Pembina Desa (Babinsa) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ditemui usai rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) yang dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama di Nabire baru-baru ini, Letkol Marudut menjelaskan bahwa Babinsa memiliki peran strategis dalam memetakan potensi pangan di setiap wilayah binaan mereka.

“Babinsa kan berada di desa-desa dan dia punya kemampuan juga untuk mengecek yang ada di wilayah. Apabila di wilayah tersebut ada kelebihan komoditi yang sekiranya bisa diserap oleh MBG, tentunya akan sangat baik sekali,” ujar Letkol Marudut.

Menurutnya, keberadaan program ini seharusnya tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat seperti anak-anak, tetapi juga harus menyentuh aspek ekonomi lingkungan sekitar melalui penyerapan produksi pangan lokal.

- Advertising -
- Advertising -

Dandim berharap SPPG dapat memanfaatkan data dari Babinsa untuk mengetahui adanya surplus komoditi tertentu di suatu daerah.

Jika bahan makanan dari masyarakat lokal dapat diangkut dan dikelola oleh SPPG, hal tersebut diyakini akan mempercepat perputaran roda perekonomian masyarakat di tingkat bawah. Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat luas sebagai penyuplai jauh lebih baik daripada hanya bergantung pada supplier tertentu saja.

“Jadi tidak hanya supplier-supplier tertentu saja, tapi bisa seluruh masyarakat bisa menikmati manfaat itu dengan pengambilan suplai dari masyarakat terkait dengan komoditi-komoditi yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Meski demikian, Letkol Marudut mengakui bahwa peran Babinsa dalam pengawasan ini belum sepenuhnya maksimal karena adanya keterbatasan personil. Saat ini, satu orang Babinsa seringkali harus bertanggung jawab penuh atas satu wilayah yang cukup luas.

Selain kendala jumlah personil, fokus TNI Angkatan Darat saat ini juga terbagi ke dalam berbagai program strategis nasional lainnya yang berjalan secara simultan. Sehingga ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta melakukan pengawasan agar program ini berjalan tepat sasaran.

“Kita banyak sekali PR. Kalau satu orang untuk bisa melaksanakan semua dengan maksimal tentunya perlu bantuan dari rekan-rekan juga untuk bisa mengawasi juga, karena tidak hanya kita tapi semua lapisan masyarakat itu punya peran untuk mengawasi MBG ini supaya betul-betul bisa tepat,” pungkas Letkol Marudut.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

John Gobai Pertanyakan Mengapa Aset PPI Pomako Belum ke Provinsi: Ada Kepentingan Apa dan Siapa ?

23 Maret 2026 - 17:10 WIT

Evaluasi MBG Nabire: Marsel Asyerem Pastikan Sistem Baru dan Tambahan Dapur Mulai April

20 Maret 2026 - 21:40 WIT

Waket IV DPRPT Tegaskan Saham Freeport Hasil Divestasi Harus Diserahkan ke Provinsi Papua Tengah

18 Maret 2026 - 22:15 WIT

LENSA FOTO: Suasana Penuh Keakraban Dalam Momen Sertijab Kepala Distrik Iwaka

17 Maret 2026 - 19:08 WIT

Sertijab Kepala Distrik Iwaka: Kadistrik Jhon Kemong Siap Wujudkan Visi Bangun Kampung

17 Maret 2026 - 15:08 WIT

John Gobai: Implementasi PP 106 Tahun 2021, Jabatan Strategis Wajib Diprioritaskan bagi Anak Asli Papua

14 Maret 2026 - 18:53 WIT

Trending di Pemerintahan