Menu

Mode Gelap

Lingkungan · 5 Jun 2026 23:11 WIT

Kritik di Hari Lingkungan Hidup: Pemuda Sorong Selatan Angkut Sampah Muara Kaibus ke Kantor Bupati


Tampak sampah yang diangkut ke Kantor Bupati oleh pemuda di Sorong. (Foto: Istimewa) Perbesar

Tampak sampah yang diangkut ke Kantor Bupati oleh pemuda di Sorong. (Foto: Istimewa)

SAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Sorong Selatan diwarnai dengan aksi teatrikal yang tidak biasa oleh gabungan organisasi kepemudaan.

Sebagai bentuk kritik tajam sekaligus pengingat nyata, massa yang menamakan diri Pemuda Pegiat Lingkungan Sorong Selatan mengumpulkan sampah plastik dari Muara Sungai Kaibus, Pelabuhan Lama Teminabuan, lalu mengangkutnya menggunakan truk untuk diantarkan langsung ke depan Kantor Bupati Sorong Selatan.

Aksi yang berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026 ini diinisiasi oleh kolaborasi lintas organisasi yang terdiri dari GMKI, HMI, GMNI, PMKRI, GAMKI, dan Pemuda Adat setempat.

Sebelum memulai aksi pembersihan, para pemuda terlebih dahulu melakukan aksi jalan kaki atau long march di kawasan Pasar Ampera. Sepanjang rute tersebut, mereka aktif melakukan edukasi langsung kepada masyarakat dan para pedagang pasar mengenai bahaya laten sampah plastik terhadap ekosistem.

- Advertising -
- Advertising -

Pergerakan massa kemudian berlanjut menuju Muara Sungai Kaibus yang terletak di kawasan Pelabuhan Lama Teminabuan.

Di lokasi ini, mereka berjibaku memungut tumpukan sampah yang mengotori wilayah pesisir serta menyumbat kawasan hutan mangrove dan pohon nipa.

Ketua GMKI Sorong Selatan, Gofon A. Lemauk, menjelaskan bahwa tindakan mengantar sampah ke pusat pemerintahan sengaja dipilih agar isu krusial ini mendapat perhatian penuh dari pengambil kebijakan.

Menurutnya, kondisi pencemaran di wilayah perairan tersebut sudah berada di tahap yang sangat mengkhawatirkan.

“Kami turun langsung membersihkan sampah di Muara Kaibus sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kami membawa sampah ini ke Kantor Bupati agar pemerintah melihat langsung kondisi yang terjadi di lapangan. Sampah ini menjadi bukti bahwa masalah lingkungan harus segera ditangani bersama,” ujar Gofon.

Sampah-sampah plastik yang berhasil dikumpulkan dari area pesisir tersebut kemudian dimuat ke dalam truk. Armada tersebut bergerak menempuh jarak sekitar lima hingga tujuh kilometer menuju pintu utama Kantor Bupati Sorong Selatan yang berada di Kampung Anny Sesna.

Setibanya di kompleks Kantor Bupati, tumpukan sampah diturunkan sebagai simbol protes. Di hadapan perwakilan pemerintah, massa membacakan pernyataan sikap tertulis yang disampaikan oleh Sekretaris GMNI Sorong Selatan, Hosea Kolenggea.

Dalam tuntutannya, para pemuda mendesak Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan untuk segera mengambil langkah taktis.

Mereka menuntut pembentukan patroli khusus sampah laut, peningkatan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah, pengadaan mesin daur ulang sampah plastik, pemasangan papan larangan di titik-titik rawan, hingga penerapan sanksi hukum yang tegas bagi para pelaku pembuangan sampah ke laut.

“Kami ingin ada langkah nyata dalam penanganan sampah di Sorong Selatan,” kata Hosea saat membacakan tuntutan di hadapan massa.

Kedatangan para pemuda bersama truk bermuatan sampah ini akhirnya diterima oleh Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Edith Dony Tamaela.

Pihak pemerintah daerah sebenarnya langsung merespons aksi tersebut dengan menawarkan ruang dialog formal. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah mengundang para peserta aksi untuk menghadiri Focus Group Discussion (FGD) guna membahas penanganan sampah secara teknis.

Namun, tawaran diskusi terarah tersebut secara tegas ditolak oleh kelompok pemuda pegiat lingkungan. Mereka menyatakan tidak ingin aspirasi ini hanya berakhir dalam meja simulasi atau diskusi formal tingkat dinas tanpa keputusan penentu dari kepala daerah.

Gerakan advokasi ini dipastikan akan terus bergulir dan dikawal ketat hingga lahir kebijakan konkret demi menyelamatkan masa depan lingkungan di Sorong Selatan.

“Kami ingin bertemu langsung dengan Bupati agar aspirasi ini mendapat perhatian serius, dan isu sampah ini akan terus kami kawal sampai ada perubahan nyata bagi generasi mendatang,” tutur Gofon.

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Satu Suara dari Kampung Asbaken: Pemuda Adat Papua Gelar Aksi Iklim dan Desak Perlindungan Hak Ekologis

5 Juni 2026 - 21:19 WIT

Masyarakat Adat Nasfa di Sorong Selatan Gelar Aksi Iklim: “Hutan Ini Milik Adat, Bukan Negara”

5 Juni 2026 - 20:54 WIT

Catatan Hari Lingkungan Hidup dari Boven Digoel: Menanam Pohon, Menolak Korporasi

5 Juni 2026 - 16:10 WIT

WALHI Papua: Hari Lingkungan Hidup 2026 Jadi Refleksi Pahit, Masyarakat Adat Hanya Jadi Penonton

5 Juni 2026 - 15:00 WIT

Koalisi HAM Papua Buka Suara Soal Laporan Mama Yasinta Moiwend ke Polda Metro Jaya

3 Juni 2026 - 15:38 WIT

Pemuda Adat Papua Bersama Sagu : Desak Hentikan Program Cetak Sawah di Sorong

3 Juni 2026 - 10:41 WIT

Trending di Lingkungan