Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 8 Des 2025 13:26 WIT

Melawan “Anggapan 666”, Disdukcapil Dogiyai Gencarkan Sosialisasi Demi Capaian KTP-el


Kepala Dukcapil Kabupaten Dogiyai, Yoseph Koga saat diwawancarai awak media, Senin (8/12/2025). Foto: Kristin Rejang/sasagupapua.com Perbesar

Kepala Dukcapil Kabupaten Dogiyai, Yoseph Koga saat diwawancarai awak media, Senin (8/12/2025). Foto: Kristin Rejang/sasagupapua.com

SASAGUPAPUA.COM, Dogiyai – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Dogiyai, Yoseph Koga, mengungkapkan tantangan utama dalam pelayanan kependudukan di daerahnya adalah masalah pendataan dan perekaman.

Hal ini disampaikan dalam momen wawancara, Senin (8/12/2025).

Koga menjelaskan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) sangat vital untuk mendukung berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari layanan kesehatan hingga melanjutkan pendidikan.

“Intinya adalah perekaman. Dari awalnya dari KK setelah itu KK dia menjabar itu ada banyak dokumen yang harus didapat. Dokumen-dokumen kependudukan baik KTP dan jajarannya itu kan sangat mendukung, baik urusan kesehatan, anak yang mau melanjutkan pendidikan, atau masalah KTP ini juga salah satu penunjuk jalan di mana saja kita pergi,” ungkapnya.

Angka Penduduk dan Upaya Sosialisasi

- Advertising -
- Advertising -

Menurut data bersih yang disampaikan, jumlah penduduk Kabupaten Dogiyai saat ini adalah sekitar 117.003 jiwa. Meskipun demikian, Koga menyebut bahwa data kotor dapat melampaui angka tersebut, mencapai sekitar 2.200 lebih jiwa.

Dalam menghadapi kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengurus KTP-el, Disdukcapil Dogiyai gencar melakukan sosialisasi secara internal dan eksternal.

Awalnya, animo masyarakat memang dirasakan rendah, namun kini mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Awalnya itu memang kami setengah mati, tapi kami terus upayakan dalam arti sosialisasi secara intensif sekarang orang sudah mulai peduli untuk mendapatkan KTP,” ujar Koga.

Ia menambahkan pihaknya tidak bisa menyalahkan masyarakat yang menganggap pengurusan KTP sulit atau memakan waktu, juga beberapa masyarakat menghubungkan dengan istilah 666 (Simbol Kejahatan). “Kami selalu berupaya keras untuk melayani,” katanya.

Kendala Teknis dan Komitmen Pelayanan

Meskipun sosialisasi mulai membuahkan hasil, Disdukcapil Dogiyai masih menghadapi kendala teknis, terutama dalam proses perekaman yaitu Seringnya listrik padam menjadi hambatan utama dalam proses pelayanan selain itu Kendala teknis terkait pemindahan aplikasi juga sempat menjadi tantangan.

Untuk mengatasi masalah listrik, Koga menyebut bahwa Pemerintah Daerah telah mengambil langkah dengan menyiapkan genset (disel) khusus untuk operasional Disdukcapil.

Dalam hal pelayanan, komitmen Disdukcapil Dogiyai sangat tinggi. Koga menegaskan bahwa pihaknya siap melayani masyarakat kapan pun, bahkan hingga larut malam.

“Biar malam pun kami layani, karena bahkan Kepala Dinas juga harus di situ, dan ya masyarakat senang,” tutupnya, seraya berharap target cakupan KTP-el dapat tercapai sepenuhnya menjelang tahun pemilihan, di mana KTP menjadi dokumen penting yang wajib dimiliki oleh seluruh warga.

Berikan Komentar
penulis : Tim
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ketua KNPI Papua Tengah Apresiasi Pembukaan Liga 4: Ini Wadah Pemersatu Pemuda

8 Maret 2026 - 19:25 WIT

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Trending di Kesehatan