SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2027 Provinsi Papua Tengah resmi berakhir.
Kegiatan yang berlangsung sejak 28 April 2026 tersebut ditutup secara resmi oleh Penjabat (Pj) Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (30/4/2026) sore.
Mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah Berbasis Potensi Wilayah Adat”, agenda tahunan ini berhasil merumuskan berbagai program strategis yang akan menjadi kompas pembangunan di provinsi baru tersebut.
Salah satu poin krusial yang dihasilkan adalah penguatan sinergitas antara pemerintah provinsi dan delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah.
Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Ia mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan jumlah kehadiran melampaui target awal yang diperkirakan hanya 500 orang.
“Hari ini merupakan hari terakhir dari pelaksanaan kegiatan Musrenbang ini. Kami sebagai penyelenggara menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang berkenan hadir, mulai dari pembukaan hingga pembahasan program kegiatan RKPD 2027,” ujar Eliezer Yogi saat ditemui usai penutupan.
Eliezer menambahkan bahwa keterlibatan berbagai elemen, termasuk DPRP jalur pengangkatan Otsus dan Majelis Rakyat Papua (MRP), menjadi kunci keberhasilan perencanaan kali ini.
Menurutnya, keterlibatan lembaga-lembaga ini memastikan bahwa dana Otonomi Khusus tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat asli Papua.
“Harapan dari kita semua tentunya bahwa program kegiatan yang telah kita sepakati dan kita bahas itu semuanya hanya demi kepentingan atau demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua Tengah, khususnya orang asli Papua,” tegasnya.
Dalam pemaparannya mengenai program kerja, Eliezer menyoroti sinkronisasi di bidang pendidikan, khususnya program Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Ia menyebutkan bahwa program ini sudah mulai berjalan di beberapa kabupaten, seperti Paniai dan Mimika, dan ke depannya pemerintah provinsi akan melakukan evaluasi mendalam untuk pengembangan lebih lanjut.
Namun, yang paling dinantikan adalah peluncuran program jaminan sosial unggulan yang digagas oleh Gubernur Meki Nawipa. Program bertajuk “Bangkit Papua Tengah” ini direncanakan akan diluncurkan (launching) secara resmi pada bulan Mei mendatang.
“Program Bangkit Papua Tengah ini memberikan bantuan kepada ibu-ibu hamil dan juga anak-anak usia 0 sampai 4 tahun. Tujuannya agar gizi anak-anak itu bisa baik, bisa mengurangi stunting, dan yang paling penting adalah agar mereka bisa merasakan langsung manfaat dana Otonomi Khusus itu sampai ke tangan mereka,” jelas Eliezer.
Ia memaparkan bahwa teknis pelaksanaan program ini akan membagi tanggung jawab antara provinsi dan kabupaten. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan menyiapkan anggaran untuk bantuan langsung kepada penerima manfaat, sementara delapan kabupaten di wilayah tersebut akan mendukung dari sisi dana operasional di lapangan.
“Program ini akan berlaku di delapan kabupaten. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak kabupaten dan bulan Mei ini akan di-launching oleh Pak Gubernur. Kami berharap program prioritas ini, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun infrastruktur, dapat kita implementasikan secara bertahap demi kemajuan daerah,” pungkas Eliezer.






