SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah –Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bergerak cepat merespons program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PPPA dan KB Papua Tengah, Agustinus Bagau, menjelaskan pihaknya tengah menyiapkan program pelatihan khusus bagi mama-mama Papua.
Pelatihan ini pertama akan menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk pengolahan pangan lokal secara produktif.
“Program ini adalah salah satu program prioritas Gubernur hari ini, dan Gubernur sudah percayakan kepada OPD kami untuk melatih bagaimana mama-mama Papua di kampung yang tentunya nanti akan dibangun dapur 3T itu. Agar makanan yang ada di sana adalah makanan lokal di tempat itu, seperti di pesisir ada sagu dan ikan, itu bagaimana bisa dikelola. Tidak harus tunggu nasi, tapi itu dilatih agar mereka punya kemampuan mengelola makanan lokal,” ujar Agustinus Bagau saat ditemui di Nabire, Kamis (30/4/2026).
Agustinus menjelaskan langkah ini merupakan bentuk akselerasi dari program Presiden RI yang diselaraskan dengan visi Gubernur Papua Tengah.
Fokus pertama pelatihan ini menyasar delapan kabupaten kota yang masih tergolong daerah terpencil.
Tujuannya adalah menyiapkan tenaga lokal yang terampil, sehingga saat dapur umum Badan Gizi Nasional resmi dibangun, para ibu di kampung tersebut dapat langsung diberdayakan sebagai tenaga pengolah makanan yang produktif.
“Gubernur menyampaikan kepada kita bagaimana di Papua Tengah untuk delapan kabupaten kota untuk 3T dilatih tenaganya. Begitu dapur dibangun, ibu-ibu yang sudah kita latih itu dipakai langsung agar mereka bisa menjadi produktif untuk meningkatkan kehidupan ekonomi mereka di sana. Termasuk nantinya ke depan kita akan kembangkan program Tanam, Petik, Olah, Jual atau TPOJ,” katanya.
Terkait jadwal pelaksanaan, Agustinus menargetkan pelatihan ini akan mulai berjalan pada paruh kedua tahun 2026. Saat ini, dinas terkait sedang melakukan koordinasi intensif mengenai sinkronisasi data wilayah 3T dengan Badan Gizi Nasional untuk menentukan titik lokus pelatihan yang tepat.
Targetnya, pelatihan akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai cakupan seratus persen di seluruh wilayah sasaran.
“Tahun ini kita akan lakukan, kurang lebih mungkin Agustus atau September karena sedang kami minta juga data 3T untuk Papua Tengah. Kalau dari Badan Gizi Nasional mereka kasih kepada kita titik lokusnya, itu kita latih. Nah, tahun ini kita latih berapa, nanti tahun depan kita latih berapa sampai seratus persen. Kita berharap supaya makanan lokal di Papua itu betul-betul dikelola, tidak harus nunggu nasi atau bahan dari luar, tapi dikelola oleh mama-mama yang ada di kampung itu sendiri,” pungkasnya.






