Menu

Mode Gelap

Pemprov Papua Tengah · 2 Mei 2026 10:06 WIT

Peringati Hardiknas, Gubernur Tekankan Tiga Poin Penting Untuk Perkuat Pendidikan Inklusi


Siswa-siswi peserta upacara di lingkungan Mepa Boarding School. (Foto:Edwin Rumanasen/sasagupapua) Perbesar

Siswa-siswi peserta upacara di lingkungan Mepa Boarding School. (Foto:Edwin Rumanasen/sasagupapua)

SASAGUPAPUA.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 dengan semangat inklusivitas yang kuat. Upacara peringatan yang tahun ini dipusatkan di lingkungan sekolah luar biasa (SLB) dan Mepa Boarding School, Sabtu (02/5/2026).

Dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, upacara ini dihadiri oleh siswa-siswi Mepa Boarding School dan siswa-siswi SLB, serta forkopimda dan praktisi pendidikan di Papua Tengah.

Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” peringatan ini menekankan bahwa tanggung jawab mencerdaskan bangsa merupakan kerja kolosal seluruh elemen, mulai dari pemerintah, yayasan, orang tua, hingga dunia usaha.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan prinsip no child left behind benar-benar terwujud bagi anak-anak Papua, “Ujar Gubernur dalam amanat upacara.

- Advertising -
- Advertising -

Meki menegaskan, pemilihan lokasi upacara di SLB Negeri Pembina Provinsi Papua Tengah adalah pesan simbolis sekaligus nyata. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menempatkan pendidikan bagi penyandang disabilitas sebagai prioritas, bukan lagi sebagai aspek yang terpinggirkan.

“Pendidikan bermutu untuk semua berarti juga pendidikan bermutu bagi anak-anak disabilitas kita. Papua Tengah tidak akan bisa maju jika kita abai terhadap potensi luar biasa di balik keterbatasan fisik maupun mental anak-anak kita. Inklusi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban,”tegas Meki.

Tiga Instruksi Khusus 

Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah provinsi Papua Tengah mengeluarkan tiga instruksi utama yang akan segera diimplementasikan:

Penguatan Infrastruktur: Peningkatan fasilitas di sekolah-sekolah luar biasa serta mendorong sekolah reguler untuk bertransformasi menjadi sekolah inklusi yang ramah disabilitas.

Peningkatan Kompetensi Guru: Alokasi program pelatihan khusus bagi guru pendidikan khusus agar metode pengajaran semakin adaptif dengan perkembangan zaman.

Partisipasi Yayasan: Memberikan apresiasi tinggi kepada enam yayasan pelopor pendidikan di Papua Tengah untuk terus menjadi mitra strategis dalam menjangkau anak-anak di pelosok.

Selain itu, Gubernur juga memberikan pesan motivasi bagi para pelajar di SLB, menyebut mereka sebagai “Mutiara Papua Tengah”. Keterbatasan fisik maupun mental ditegaskan bukanlah penghalang untuk bermimpi setinggi Puncak Carstensz, selama dukungan dari pemerintah dan masyarakat terus mengalir.

“Peringatan Hardiknas 2026 ini diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh pemangku kepentingan di Papua Tengah untuk lebih berempati dan bergotong royong dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan bermutu bagi setiap jiwa di tanah Papua, “Pesan Gubernur sekaligus menutup amanat upacara.

Berikan Komentar
penulis : Edwin Rumanasen
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SLB, Bukti Komitmen Pemprov Papua Tengah dalam Peningkatan Pendidikan Inklusif

2 Mei 2026 - 12:51 WIT

Tidak Harus Nasi di Program MBG: Pemprov Papua Tengah Siapkan Skema Pangan Lokal

30 April 2026 - 21:19 WIT

Baca Disini! Rincian Hasil Musrenbang Otsus dan RKPD Papua Tengah 2027

30 April 2026 - 18:29 WIT

Musrenbang 2027 Papua Tengah Resmi Ditutup, Gubernur: Tidak Boleh Berhenti Sebagai Dokumen Saja

30 April 2026 - 18:11 WIT

Musrenbang Otsus dan RKPD Sukses Digelar: Pemprov Papua Tengah Menuju Launching ‘Bangkit Papua Tengah’

30 April 2026 - 17:39 WIT

Sempat ‘Sepi’ saat Pembukaan, Pemprov Papua Tengah Apresiasi Kehadiran Full Team Anggota MRP Selama Musrenbang

30 April 2026 - 16:36 WIT

Trending di Pemprov Papua Tengah