Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 5 Des 2025 06:56 WIT

Rayakan Warisan Dunia, DKPT Gelar Festival Noken Papua Tengah: Noken Adalah Jati Diri


Suasana pembukaan acara festival noken yang berlangsung di Eks Bandara Lama Nabire, Papua Tengah, Jumat (5/12/2025). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com Perbesar

Suasana pembukaan acara festival noken yang berlangsung di Eks Bandara Lama Nabire, Papua Tengah, Jumat (5/12/2025). Foto: Kristin Rejang/Sasagupapua.com

SASAGUPAPUA.COM, Nabire – Semarak budaya menyelimuti area eks Bandara Lama Nabire pada Kamis (4/12/2025). Dalam rangka memperingati Hari Noken Sedunia, Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah (DKPT) sukses menggelar Festival Seni dan Pameran Noken yang meriah dan penuh makna.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi sebuah pergerakan budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari vocal group se-Papua Tengah, penari tradisional, peserta fashion show, pelaku UMKM lokal, hingga yang paling istimewa: kehadiran mama-mama pengrajin Noken dari berbagai komunitas.

Bukan Sekadar Souvenir

Ketua Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah, Nofit Nawipa, dalam sambutannya menekankan pesan mendalam bagi generasi penerus. Ia mengajak anak muda untuk mengubah cara pandang mereka terhadap tas rajut khas Papua ini.

“Anak muda Papua perlu melihat Noken bukan hanya sebagai souvenir, tetapi sebagai jati diri,” tegas Nofit.

- Advertising -
- Advertising -

Lebih lanjut, Nofit menjelaskan bahwa di balik simpul-simpul anyaman Noken, tersimpan filosofi luhur tentang kerja kolektif, persatuan, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai inilah yang menurutnya sangat krusial untuk mempersiapkan masa depan Papua yang bermartabat.

13 Tahun Pengakuan UNESCO

Puncak acara juga diisi dengan sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote.

Dalam pidatonya, Norbertus mengingatkan kembali momen bersejarah 13 tahun lalu saat Noken ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

“Penetapan ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga pengakuan dunia bahwa Noken adalah simbol kedamaian, persaudaraan, dan kebijaksanaan orang Papua,” ujar Norbertus di hadapan para peserta.

Peluang Ekonomi Kreatif

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menekankan pentingnya regenerasi pengrajin. Norbertus menegaskan bahwa kaum muda Papua Tengah harus mampu membuat Noken dengan tangan mereka sendiri, bukan hanya memandangnya sebagai identitas.

“Keterampilan merajut Noken bukan hanya soal seni, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif, wirausaha, dan pengembangan talenta lokal,” tambahnya.

Festival ini ditutup dengan harapan besar bahwa kewajiban melestarikan, meneruskan, dan menghidupkan tradisi Noken akan terus diemban oleh generasi muda Papua, demi menjaga warisan leluhur yang telah mendunia.

Berikan Komentar
penulis : Kristin Rejang
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ketua KNPI Papua Tengah Apresiasi Pembukaan Liga 4: Ini Wadah Pemersatu Pemuda

8 Maret 2026 - 19:25 WIT

Gubernur Papua Tengah: Indeks Demokrasi Di Papua Tengah Harus Substantif 

25 Februari 2026 - 15:10 WIT

Foto bersama saat pembukaan Focus Group Discussio (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Foto: Edwin Rumanasen/sasagupapua

John Gobai Kritik Soal Kontrak Baru Freeport: Tanpa Restu Papua Tengah?

24 Februari 2026 - 13:12 WIT

Senin Gubernur Papua Tengah Utus Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Selesaikan Konflik Kapiraya

21 Februari 2026 - 09:17 WIT

Talkshow Setahun MEGE: Menakar Dampak Program 1.000 Motor dan Jaminan Sosial Hamba Tuhan

21 Februari 2026 - 08:29 WIT

Terobosan Berani Papua Tengah: Transformasi Kesehatan dari Akar Rumput hingga Bayi Tabung

20 Februari 2026 - 16:31 WIT

Trending di Kesehatan