Menu ✖

Mode Gelap

Peristiwa · 12 Jul 2026 20:10 WIT

Serahkan Aspirasi Konflik Bersenjata ke Menteri HAM, DPRPT Harap Pusat Ubah Kebijakan Hankam


Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John Gobai saat menyerahkan aspirasi terkait konflik bersenjata kepada Menteri HAM RI, Natalius Pigai. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John Gobai saat menyerahkan aspirasi terkait konflik bersenjata kepada Menteri HAM RI, Natalius Pigai. (Foto: Istimewa)

SASAGUPAPUA.COM, Papua Tengah — Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), John Gobai, secara resmi menemui Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Dalam pertemuan penting tersebut, John Gobai menyerahkan dokumen aspirasi masyarakat terkait situasi konflik bersenjata yang hingga kini masih terus melanda wilayah Provinsi Papua Tengah.

John Gobai menjelaskan posisi legislatif daerah dalam menangani persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa urusan pertahanan dan keamanan (hankam) merupakan wilayah kerja penuh dari Jakarta.

“Kewenangan hankam adalah kewenangan absolut pemerintah pusat, sekian kali kami DPRPT menerima aspirasi namun kewenangan hankam tetap menjadi kewenangan pusat,” ujar John Gobai saat memberikan keterangan.

- Advertising -
- Advertising -

Meskipun memiliki keterbatasan dalam hal kewenangan eksekutif di bidang militer, Gobai memastikan pihak DPRPT tidak akan tinggal diam dan terus berupaya mencari jalan keluar demi keselamatan warga di daerah. Menurutnya, jembatan komunikasi antara daerah dan pusat harus tetap dibangun secara intensif.

“Kita hanya bisa berkoordinasi dan menyampaikan fakta, melanjutkan aspirasi serta memberikan saran dan pertimbangan, agar pemerintah pusat mengubah kebijakan hankamnya bagi Tanah Papua,” tambahnya.

Gobai juga menekankan bahwa segala daya upaya demi mewujudkan perdamaian di Papua Tengah akan terus diupayakan oleh seluruh pihak tanpa mengenal lelah. Ia meyakini perjuangan kemanusiaan ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus dituntaskan.

“Sebagai manusia semua sudah dan sedang berjuang dan tetap kami akan berjuang agar Papua Tengah menjadi negeri yang aman,” kata Gobai.

Selain menaruh harapan besar pada langkah-langkah diplomasi politik dan perubahan kebijakan di tingkat pusat, Gobai mengingatkan bahwa ada kekuatan spiritual yang tidak boleh dikesampingkan dalam menghadapi krisis kemanusiaan ini. Ia mengajak semua pihak untuk berserah diri demi kedamaian tanah kelahiran mereka.

“Kini jalan utama yang tidak boleh kami lupakan adalah doa kepada Tuhan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus dan Bunda Maria,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gereja Injili di Indonesia Desak Penghentian Operasi Militer di Permukiman Korowai

19 Oktober 2026 - 13:19 WIT

Satu Tahun Peristiwa Soangama Berdarah, FKMI Nabire Gelar Mimbar Bebas Peringati Tragedi Kemanusiaan

15 Oktober 2026 - 11:19 WIT

Hutan Dekat Ridge Camp Tembagapura Terbakar, Kapolsek: Api Sudah Mulai Padam

14 Oktober 2026 - 22:19 WIT

Krisis Kemanusiaan Mengancam Puncak, Tokoh Intelektual Minta Pemda Ambil Langkah Cepat

16 September 2026 - 22:43 WIT

BMKG Peringatkan Karhutla di Nabire Meningkat Tajam Akibat El Nino Sangat Kuat

21 Agustus 2026 - 20:32 WIT

Yulian Magai Warga Nabire Pakai Masker dan Minta Pemerintah Segera Tanggap Darurat Kebakaran Lahan

21 Agustus 2026 - 17:08 WIT

Kondisi kabut asap mengepul di Nabire. (Foto: Ist)
Trending di Peristiwa