SASAGUPAPUA, Papua Tengah – Anggota DPRK Kabupaten Intan Jaya dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan 3, Tomas Agimbau, melayangkan protes keras menyusul laporan dugaan penangkapan dan penyiksaan terhadap empat orang warga sipil di Kampung Jalai-Abundoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI di Pos Jalai pada Jumat, 17 Juli 2026.
Adapun korban yang diduga mengalami tindakan kekerasan tersebut adalah Yonas Nambagani yang merupakan seorang gembala dan pewarta, serta tiga warga sipil lainnya yakni Simon Kopeau, Yosebo Pogau, dan Agustinus Nabelau.
Berdasarkan laporan yang diterima, Thomas Agimbau menjelaskan keempat korban akhirnya dibebaskan dalam kondisi tidak manusiawi oleh aparat keamanan di Pos Jalai sekitar pukul 11.25 WIT.
Merespons peristiwa ini, Tomas Agimbau secara tegas mendesak pemerintah daerah dan seluruh anggota DPRK Kabupaten Intan Jaya untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh. Ia mempertanyakan urgensi keberadaan para pejabat daerah mulai dari Bupati, Wakil Bupati dan anggota legislatif di tengah kondisi keamanan yang terus tidak kondusif bagi masyarakat sipil.
“Sebenarnya kami yang memakai seragam dinas dan lambang Garuda ini untuk siapa dan untuk apa? Sedangkan saat ini masyarakat Kabupaten Intan Jaya sudah habis, yang tersisa hanya nama kabupaten, nama gunung, nama batu-batu, dan nama kali saja, sementara masyarakatnya sudah habis,” ujar Tomas Agimbau.
Tomas menegaskan bahwa pihak-pihak terkait harus segera memberikan jawaban atas situasi ini.
“Saya sangat kecewa dengan tindakan terhadap masyarakat sipil model seperti ini. Maka dengan ini, saya mendesak pihak terkait untuk segera memberikan penjelasan dan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kasus ini,” tegas Tomas Agimbau.






