SASAGUPAPUA.COM, TIMIKA – Anggota DPR Papua Tengah, Araminus Omaleng, mengeluarkan pernyataan keras terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Mimika.
DPR Papua Tengah yang terpilih dari dapil Mimika ini menyoroti tajam kinerja Kapolres Mimika yang dinilai gagal membendung peredaran minuman keras (miras) dan praktik perjudian yang kini sudah berada pada level darurat.
Araminus menegaskan menjamurnya toko-toko miras dan aktivitas judi hingga ke pelosok jalan telah memicu berbagai tragedi kemanusiaan di Mimika.
“Sorotan tegas saya adalah kinerja Kapolres Mimika. Dengan penyebaran darurat judi dan darurat penjualan toko-toko miras di setiap sudut Mimika ini, kinerjanya penting sekali untuk direvisi. Ini seolah-olah menjamur, toko-toko dingin dan eceran ada di mana-mana. Ini menyebabkan kematian; adik bunuh kakak, kakak bunuh adik, dan sangat meresahkan warga,” tegas Araminus, Kamis (15/5/2026).
Menurutnya, situasi di Mimika saat ini dipenuhi dengan insiden kekerasan yang berakar dari pengaruh alkohol dan judi. Ia memaparkan bahwa hampir setiap saat terjadi kecelakaan, pembunuhan, hingga aksi bacok-membacok.
“Ini semua dipengaruhi oleh darurat judi, togel, king, bola guling, bahkan miras eceran yang dorang tulis kode 33, 44, 55, sampai 88 di seluruh sudut distrik dan jalan. Ini harus dievaluasi kembali. Saya memohon dan meminta Kapolda Papua Tengah untuk segera evaluasi kembali kinerja Kapolres Mimika,” tambahnya.
Tak hanya kepada kepolisian, Araminus juga memberikan peringatan kepada Pemerintah Daerah agar menata ulang regulasi perizinan alkohol.
“Saya meminta kepada Bupati Kabupaten Mimika untuk revisi kembali izin penyebaran minuman keras di Kabupaten Mimika, harus ditertibkan. Karena ini semakin liar,” tegasnya lagi.
Politisi Partai Gerindra ini juga menyampaikan pesan bagi generasi muda Papua. Ia mengingatkan bahwa tekanan dari hal-hal negatif tersebut dapat mengancam keberadaan masyarakat asli di tanahnya sendiri.
“Mari kita sadarkan diri, mari kita berpikir kembali bahwa kita di Papua ini sedang tidak baik-baik saja. Segala macam tantangan dan tekanan ini bisa membuat kita punah di atas kita punya tanah sendiri. Terlebih khusus buat saya punya keluarga dan saudara orang asli Papua, kita jangan memanjakan keinginan daging untuk terus ketagihan alkohol maupun bermain judi,” pesannya.
Araminus menjelaskan bahwa judi dan miras adalah akar dari segala masalah sosial yang lebih besar, mulai dari ekonomi hingga kehancuran rumah tangga.
“Semuanya bermula dari sini. Judi sampai kalau sudah tidak ada uang, akhirnya muncul niat begal, muncul niat mencuri, muncul niat perceraian. Belum lagi yang ketagihan minum sampai pagi tidak sadar diri baru bawa kendaraan balap-balap, generasi kita bisa habis,” tuturnya.
Ia menutup wawancara dengan peringatan mengenai rusaknya masa depan anak-anak akibat pembiaran aktivitas ilegal tersebut.
“Ini menjadi sorotan bahaya karena generasi bisa hancur. Saya lihat anak-anak ikut-ikut orang tua main judi sampai tengah malam. Ini tidak benar, polisi harus tindak tegas, harus ditertibkan dan dirapikan. Harus tentukan tempat dan dibatasi, jangan menjamur ke mana-mana. Kapolres Mimika harus kerja tegas karena ini menjadi sorotan publik dengan segala macam kasus yang tidak terselesaikan di Kabupaten Mimika,” pungkasnya.








